Kabar KonstitusiKesehatanPenyuluhan Masyarakat

Kabut Asap Meluas, DPRK Mimika Imbau Warga Waspadai Dampak Kesehatan!

618
×

Kabut Asap Meluas, DPRK Mimika Imbau Warga Waspadai Dampak Kesehatan!

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika Komisi III Dapil 6, Hj. Rampeani Rachman, mengimbau masyarakat mewaspadai kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Mimika, (Foto: NS/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Anggota DPRK Mimika dari Komisi III Daerah Pemilihan (Dapil) 6, Hj. Rampeani Rachman, mengimbau masyarakat Kabupaten Mimika untuk tidak menganggap sepele kondisi kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah.

Rampeani mengatakan, kondisi kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan.

Menurutnya, salah satu dampak yang terlihat adalah terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara Timika akibat kondisi udara dan jarak pandang yang menurun.

“Jangan menganggap sepele atau menganggap enteng dengan cuaca dan kondisi udara yang terkadang tidak terlihat, tetapi di dalamnya bisa mengandung penyebab terjadinya ISPA dan mengganggu kesehatan,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Ia meminta masyarakat, terutama kelompok rentan seperti orang lanjut usia, anak-anak, warga yang memiliki gangguan pernapasan, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, untuk lebih berhati-hati.

Rampeani mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengikuti imbauan pemerintah daerah maupun dinas terkait.

Selain menjaga kesehatan, ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Menurutnya, kondisi udara saat ini tidak memungkinkan masyarakat melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memperburuk kualitas udara.

“Kalau bisa sampahnya dikubur, jangan dibakar. Kita harus mengantisipasi situasi dan kondisi saat sekarang,” katanya.

Rampeani juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana yang dinilai telah melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kondisi cuaca dan kabut asap.

Ia menyebut, keterlibatan organisasi masyarakat yang membagikan masker kepada warga juga merupakan langkah positif dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut.

“Kerja sama antara organisasi masyarakat, masyarakat dan pemerintah daerah merupakan salah satu langkah yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu aktif memberikan informasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan lingkungan maupun kesehatan.

Menurut Rampeani, kondisi yang diperkirakan masih berlangsung dalam waktu cukup panjang harus diantisipasi bersama dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sementara.

“Jangan kita anggap sepele. Hari ini kondisi baik, besok kita bisa melihat kabut asap kembali menutup. Bahkan aktivitas penerbangan sampai mengalami delay. Artinya, situasi dan kondisi sudah harus kita siagakan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *