Timika, Sidiknews.id – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, S.STP., mengimbau para pelaku usaha galian dan angkutan material berdebu di wilayah perkotaan Distrik Mimika Baru agar menghentikan sementara aktivitas yang berpotensi menambah polusi udara di Kota Timika.
Imbauan tersebut disampaikan pada Selasa (13/10/2026), menyusul kondisi udara di Kota Timika yang dinilai sedang tidak baik akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Merlyn mengatakan, masyarakat saat ini sudah cukup terpapar asap. Karena itu, aktivitas yang menghasilkan debu dari pasir, sirtu, batu, tanah, dan material sejenis perlu dihentikan sementara hingga kondisi udara membaik.
“Masyarakat kita sudah cukup terpapar asap. Jangan kita tambah lagi dengan debu,” tegas Merlyn.
Menurutnya, kondisi udara yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama warga yang setiap hari harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah.
Ia meminta para pelaku usaha yang bergerak di bidang galian dan angkutan material agar memahami situasi tersebut serta ikut menjaga kualitas udara di lingkungan perkotaan.
Merlyn mengakui bahwa kegiatan usaha tersebut berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat. Namun, dalam kondisi udara yang belum membaik, kesehatan masyarakat perlu menjadi perhatian utama.
“Untuk sementara, kesehatan masyarakat harus kita letakkan di atas kepentingan lainnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang bersedia memahami imbauan tersebut dan mengambil bagian dalam menjaga lingkungan Kota Timika.
Merlyn berharap seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mengurangi sumber debu tambahan, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman ketika kondisi udara kembali membaik.
“Mari saling jaga. Jangan tambah beban udara yang sedang kita hirup bersama,” tutupnya.







