PELNIPerhubunganTransportasi

PELNI Minta Pemda Mimika Ajukan Kapal Tambahan Jelang Nataru

22
×

PELNI Minta Pemda Mimika Ajukan Kapal Tambahan Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Pomako, Timika, menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). PELNI meminta Pemkab Mimika mengajukan permohonan kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – PT PELNI Cabang Timika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengajukan permohonan penambahan atau deviasi kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Kantor Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, mengatakan permintaan tersebut penting mengingat Pelabuhan Pomako merupakan salah satu pelabuhan transit bagi penumpang dari Merauke yang melanjutkan perjalanan menuju sejumlah daerah di Maluku.

Hal itu disampaikan Sigit saat ditemui di Cafe Untuk Berjumpa Lagi, Jalan SP2 Timika, Rabu (30/9/2026).

Antisipasi Kepadatan

Sigit menjelaskan, penumpang yang berangkat dari Merauke turut menggunakan kapasitas kapal yang kemudian masuk ke Timika. Kondisi tersebut membuat kapasitas kapal yang tersedia bagi penumpang dari Timika menjadi lebih terbatas.

“Kalau dari Merauke sudah terisi 500, kita tersisa tinggal 500 atau 600. Ini yang sangat kami khawatirkan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kepadatan penumpang pada 12 Desember 2025. Padahal saat itu masih terdapat waktu sekitar 13 hari menuju periode Natal.

Karena itu, PELNI mendorong adanya langkah antisipasi sejak jauh hari melalui permohonan deviasi maupun penambahan kapal.

Rute yang Dibutuhkan

Sigit menyebut rute yang dinilai penting untuk diperkuat adalah Merauke–Timika–Dobo–Tual–Saumlaki–Ambon.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang melakukan perjalanan Nataru dari Timika memiliki tujuan ke wilayah-wilayah tersebut.

“Untuk Nataru, keluarga kita lebih banyak menuju Dobo, Tual, Saumlaki dan Ambon,” katanya.

Ia berharap Pemkab Mimika segera mengirimkan surat kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terkait permohonan penambahan kapal atau deviasi masuk ke Timika.

Tarif Tiket Berbeda

Terkait harga tiket, Sigit mengatakan tarif penumpang PELNI berbeda berdasarkan jarak tempuh masing-masing tujuan.

Harga tiket menuju Dobo, Tual, Saumlaki dan Ambon memiliki tarif yang berbeda.

Menurutnya, informasi tarif resmi secara berkala disampaikan melalui media sosial PELNI. Informasi tarif juga tersedia di Kantor Cabang PELNI Timika.

“Kalau tarif itu bervariasi, tergantung jarak tempuh. Ke Dobo berbeda, ke Tual berbeda, ke Saumlaki berbeda dan ke Ambon juga berbeda,” jelasnya.

Tiket Bisa Dipesan H-60

Sigit kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga mendekati hari keberangkatan untuk membeli tiket.

Saat ini, tiket PELNI sudah dapat dipesan hingga 60 hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi PELNI Mobile.

Dengan pemesanan lebih awal, masyarakat dapat menentukan jadwal keberangkatan dan kepulangan untuk menghindari risiko kehabisan tiket saat puncak Nataru.

Waspadai Akun Palsu

Sigit juga mengingatkan calon penumpang agar berhati-hati terhadap akun palsu yang mengatasnamakan PT PELNI.

Ia meminta masyarakat menggunakan kanal resmi PELNI untuk memperoleh informasi maupun melakukan pemesanan tiket.

Selain tiket reguler, penumpang yang membutuhkan fasilitas kamar juga dapat menanyakan ketersediaan layanan add-on dengan biaya tambahan. Namun, fasilitas tersebut memiliki jumlah yang terbatas.

Sigit berharap masyarakat dapat melakukan persiapan perjalanan lebih awal sehingga kepadatan penumpang pada periode Nataru dapat diantisipasi.

“Segera akses aplikasi PELNI Mobile untuk pemesanan tiket yang sudah bisa dilakukan 60 hari ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *