Kelangkaan Material dan BBMPerhubunganTransportasi

Stok Semen Conch di Timika Kosong, Distributor Buka Suara Soal Keterlambatan Kapal dan Isu Penimbunan

7
×

Stok Semen Conch di Timika Kosong, Distributor Buka Suara Soal Keterlambatan Kapal dan Isu Penimbunan

Sebarkan artikel ini
Stok semen Conch di Kabupaten Mimika mengalami kekosongan akibat kendala pengiriman kapal dan kenaikan biaya bahan bakar minyak (BBM). (Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Ketersediaan semen di Kabupaten Mimika kembali terganggu. Marketing PT Conch West Papua Cement, Niko, mengungkap stok Semen Conch di wilayah Timika kosong. Pengiriman via jalur laut terbatas menjadi penyebab utamanya.

Niko menyampaikan hal itu saat ditemui di sebuah toko bangunan depan Hotel Grand Tembaga, Sabtu (7/11/2026). Ia menjelaskan pihaknya telah memasukkan dua kapal semen bulan lalu. Masing-masing kapal berkapasitas sekitar 2.000 ton. Jumlah itu belum cukup memenuhi kebutuhan Timika.

Kondisi pasokan kian berat karena Semen Tonasa belum masuk ke Timika. “Bulan lalu kita sudah berusaha memasukkan dua kapal dengan masing-masing kapasitas 2.000 ton. Namun, Semen Tonasa juga belum ada di Timika, sehingga pasokan belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan,” jelas Niko.

Kesulitan Kapal dan Beban Biaya Operasional

Niko mengungkap alasan pihaknya memakai kapal berkapasitas kecil. Memasuki akhir tahun, ia sulit mendapatkan kapal untuk melayani rute ke Timika. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ikut menekan biaya operasional kapal.

Jika memakai kapal berkapasitas besar, biaya angkut membengkak. Harga jual semen kepada konsumen berpotensi ikut naik. “Kalau menggunakan kapal lebih besar dengan biaya lebih tinggi, harga semen juga harus lebih mahal. Saat ini kapal yang bisa kami dapatkan hanya berkapasitas sekitar 2.000 ton. Itu yang kami maksimalkan,” ungkapnya.

Niko memastikan stok Semen Conch kembali tersedia di Timika pada Selasa pekan depan. Pihaknya terus memperkenalkan produk kepada masyarakat, toko bangunan, distributor, hingga pelaku proyek. Promosi berjalan lewat pemasangan spanduk, kunjungan lapangan, dan pertemuan dengan pelanggan.

Ke depan, ia berencana menguji produk Semen Conch langsung di dinas terkait Kabupaten Mimika. Langkah ini agar pemerintah mengetahui kualitas dan spesifikasi produk. “Kami berencana melakukan pengujian Semen Conch langsung di dinas terkait. Dengan begitu, produk ini bisa lebih dikenal, termasuk di lingkungan pemerintahan,” katanya.

Bantah Isu Penimbunan Agen

Niko menepis isu dugaan penimbunan semen oleh agen di Timika. Ia menegaskan sistem distribusi Semen Conch tidak memakai cara agen membeli lalu menyimpan stok di gudang pribadi. Perusahaan memiliki gudang di Timika dan penjualan berjalan melalui agen resmi.

Mekanisme itu memungkinkan agen mengambil barang langsung dari gudang perusahaan sesuai pesanan. Niko mencontohkan pesanan 1.000 sak. Agen dapat langsung mengambil semen dari gudang perusahaan dan mendistribusikannya. Agen tidak perlu menumpuk barang di gudang sendiri.

“Jadi, agen tidak mengambil barang untuk ditumpuk di gudangnya sendiri. Misalnya hari ini ada pesanan 1.000 sak, agen langsung mengambil dari gudang Conch dan mendistribusikannya. Terkait isu penimbunan, menurut saya tidak benar,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat memahami mekanisme distribusi yang berjalan. Pihaknya mengaku terus memaksimalkan pengiriman. Harapannya, kebutuhan masyarakat, toko bangunan, dan proyek pembangunan kembali terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *