Timika, Sidiknews.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika merespons keluhan masyarakat terkait kondisi Jalan Hasanuddin di Kabupaten Mimika yang dipenuhi debu akibat pekerjaan perbaikan jalan.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, menyatakan dampak debu selama proses pengerjaan jalan merupakan konsekuensi dari pekerjaan konstruksi, terlebih saat ini kondisi cuaca sedang memasuki musim panas. Meski demikian, ia menegaskan penyedia jasa atau kontraktor memiliki kewajiban melakukan penyiraman secara rutin untuk mengurangi debu yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kontraktor Wajib Lakukan Penyiraman
Yoga menyampaikan hal tersebut saat awak media mewawancarainya di Hotel Horison Ultima, Kamis (5/11/2026).
“Namanya masyarakat, kita maklum. Konsekuensi orang membangun itu pasti ada dampaknya, macam-macam, termasuk debu. Tetapi dalam mekanisme atau metode kerja, pihak penyedia sudah harus tahu bahwa kewajiban mereka adalah melakukan penyiraman,” ujarnya.
Yoga mengakui kondisi musim panas membuat debu di sekitar lokasi pekerjaan Jalan Hasanuddin lebih mudah beterbangan. Namun, menurutnya, ketidaknyamanan tersebut hanya bersifat sementara selama proses pembangunan berlangsung.
“Kalau sekarang memang pasti dampaknya tidak nyaman. Tetapi ini tidak sepanjang tahun, hanya beberapa waktu saja. Ketika sudah selesai, baru akan melihat dampaknya,” katanya.
PPTK Diminta Perketat Pengawasan
Kendati demikian, Yoga meminta agar kontraktor tidak mengabaikan dampak pekerjaan terhadap masyarakat sekitar. Ia mengaku telah mengingatkan para Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan, terutama memastikan penyedia menjalankan metode kerja sesuai ketentuan.
“Teman-teman PPTK sudah saya ingatkan untuk melakukan pengawasan dan mengingatkan penyedia. Penyiraman harus dilakukan sesuai jadwal, berapa jam sekali harus dilakukan,” tegasnya.
Pemerintah berharap kontraktor lebih disiplin dalam melakukan penyiraman sehingga aktivitas pembangunan Jalan Hasanuddin tetap berjalan tanpa terus-menerus mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. PUPR Mimika memastikan pengawasan di lapangan akan terus dilakukan demi kenyamanan bersama.







