Kelangkaan Material dan BBMPembangunanPemerintahan Daerah

Kelangkaan Semen di Mimika, Kadin Bantah Isu Penimbunan dan Minta Pabrik Tambah Pasokan

8
×

Kelangkaan Semen di Mimika, Kadin Bantah Isu Penimbunan dan Minta Pabrik Tambah Pasokan

Sebarkan artikel ini
Viktor Kabey, pengurus Kadin Mimika, menilai kelangkaan semen di Mimika disebabkan keterbatasan stok dan kendala distribusi, bukan praktik penimbunan (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Kelangkaan semen di Kabupaten Mimika mulai memicu keresahan di kalangan kontraktor. Kebutuhan material melonjak lantaran berbagai proyek pembangunan berjalan bersamaan. Kondisi ini memicu kekosongan persediaan di sejumlah distributor dan toko bangunan.

Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mimika, Viktor Kabey, membeberkan akar persoalan tersebut. Ia menilai keterbatasan stok terjadi akibat tingginya permintaan pasar. Di sisi lain, pengiriman dari pabrik tersendat kendala transportasi laut.

Viktor menyampaikan hal itu saat ditemui awak media di toko bangunan milik Gunawan, Sabtu (7/11/2026). Sejumlah kontraktor mengeluhkan sulitnya memperoleh semen. Stok di distributor pun dilaporkan ludes.

Kenaikan Biaya Transportasi Laut

Biaya transportasi laut yang melambung memperumit proses pengiriman. Pihak pabrik harus melakukan survei ulang dan menghitung kebutuhan pasar sebelum mendatangkan pasokan berikutnya. “Jadi kebutuhan semen memang kurang. Banyak kontraktor mengeluh karena proyek berjalan serentak, sementara stok habis,” jelas Viktor.

Ia berharap kenaikan biaya pengiriman tidak langsung dibebankan kepada konsumen. Menurutnya, ketersediaan stok harus menjadi prioritas bersama di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan. Pemerintah, distributor, dan pabrik perlu mencari solusi agar pekerjaan konstruksi tidak tertunda.

“Kalau boleh, jangan sampai harga naik lagi. Yang penting bagaimana kita sama-sama memikirkan supaya stok tersedia. Kalau stok siap, kontraktor bisa bekerja tepat waktu,” ujarnya.

Viktor menepis anggapan bahwa distributor sengaja menimbun semen demi meraup keuntungan. Menurutnya, kondisi kelangkaan justru menyulitkan distributor karena persediaan tidak mencukupi permintaan pasar. Ia menegaskan tidak ada distributor yang menahan barang untuk menunggu harga naik.

Dukung Pengujian Kualitas oleh PUPR

Viktor menyoroti besarnya kebutuhan semen untuk pembangunan di Papua. Meskipun banyak pabrik semen berdiri, kebutuhan wilayah Papua yang luas tetap membutuhkan dukungan distribusi memadai. Ia berharap pabrik meningkatkan pasokan agar pembangunan di Mimika berjalan lancar.

Terkait penggunaan semen Conch di proyek pemerintah, Viktor menilai pengujian laboratorium teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai langkah positif. Pengujian ini memastikan kualitas material yang dipakai dalam konstruksi. Setiap produk di proyek pemerintah wajib memenuhi standar teknis yang berlaku.

“Kalau PUPR mau melakukan pengujian di laboratorium, silakan saja. Tidak masalah. Malah pihak pabrik tentu senang supaya ada transparansi dan kualitas produknya bisa diketahui,” katanya.

Viktor menambahkan semen Conch mendapat respons positif dari masyarakat. Namun, ia menegaskan persoalan utama yang mendesak diselesaikan saat ini adalah ketersediaan stok. “Kalau soal kualitas, Conch sekarang bagus sekali. Jadi sistem perdagangan sudah berjalan transparan. Hanya stoknya yang kurang. Mungkin pabrik perlu menambah pasokan lagi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *