Timika, Sidiknews.id – Distributor Semen Conch di Kabupaten Mimika, Gunawan, mendesak dinas teknis membuka ruang penggunaan produknya. Desakan ini muncul menyusul kelangkaan semen yang melanda Timika dalam beberapa pekan terakhir. Pasokan via jalur laut terhambat, sementara kebutuhan proyek pemerintah dan swasta terus melesat.
Gunawan menegaskan keterbatasan stok murni disebabkan keterlambatan distribusi dari luar daerah. Ia membantah tegas tudingan yang menyebut dirinya menimbun semen untuk spekulasi. “Kalau ada isu saya melakukan penimbunan atau spekulasi semen di gudang, saya mengizinkan rekan-rekan media untuk survei langsung. Silakan lihat kondisi gudang saya,” tegas Gunawan, Sabtu (7/11/2026).
Minta Pemerintah Buka Alternatif Merek
Kekosongan semen di Timika telah berlangsung hampir tiga minggu. Gunawan berharap pasokan Semen Conch merapat pada Senin malam. Aktivitas bongkar muat dan pemasaran dapat berjalan pada Selasa. Pasokan Semen Tonasa diperkirakan masuk sekitar 16 November mendatang.
Gunawan meminta pemerintah daerah tidak bergantung pada satu merek dalam pekerjaan proyek. Menurutnya, Semen Conch telah meraih Standar Nasional Indonesia (SNI). Kualitas dan mutunya telah melewati pengujian sesuai ketentuan yang berlaku.
“Semen Conch secara nasional sudah memiliki SNI. Artinya, mutu dan kualitasnya sudah diuji. Kami memohon dinas terkait memasukkan Semen Conch sebagai produk yang dapat digunakan dalam proyek,” ujarnya.
Gunawan kerap menemui hambatan saat memasok produknya ke sejumlah proyek. Sebagian pengiriman ditolak karena proyek hanya memperbolehkan merek tertentu. “Saat kami mengantar Semen Conch ke proyek, terkadang ditolak. Alasannya RAB hanya mencantumkan Semen Tonasa. Kami berharap ke depan Semen Conch juga masuk standar produk,” katanya.
Semen Conch diproduksi di Manokwari, Papua Barat, dengan bahan baku lokal. Kehadiran produk ini menjadi alternatif pasokan semen bagi masyarakat dan pelaku konstruksi di Mimika.
Ia berharap dinas teknis mempertimbangkan penggunaan Semen Conch dalam perencanaan proyek ke depan. “Kami berharap ada kesempatan yang sama bagi produk Semen Conch. Apalagi sudah memiliki SNI dan kualitasnya teruji. Kami berharap tahun depan Semen Conch dapat dimasukkan dalam RAB,” tutupnya.








