Berita

Relawan Program Makan Bergizi Gratis di Mimika Kini Terlindungi JKN, BPJS Gandeng 20 SPPG

45
×

Relawan Program Makan Bergizi Gratis di Mimika Kini Terlindungi JKN, BPJS Gandeng 20 SPPG

Sebarkan artikel ini
relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mendapat perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kerja sama BPJS Kesehatan dengan 20 SPPG di Kabupaten Mimika (Foto: Ani/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Komitmen melindungi para relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat. BPJS Kesehatan Cabang Mimika menggandeng 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan gizi masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang layak dan setara dengan peserta ASN maupun TNI-Polri.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mimika, Maikel Tuturop, Dalam paparannya yang sedang berlangsung di hotel horizon diana, Rabu(17/06/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut ditujukan bagi relawan yang belum memiliki kepesertaan JKN aktif. Pendataan peserta dilakukan melalui proses verifikasi sehingga jumlah relawan yang didaftarkan berbeda di setiap SPPG.

Menurutnya, para relawan yang terdaftar akan memperoleh manfaat layanan kesehatan yang sama dengan peserta JKN dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun anggota TNI-Polri.

“Manfaat yang diterima sama seperti peserta ASN maupun TNI-Polri. Tidak ada perbedaan layanan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Regional BGN Papua Tengah, Nalen Situmorang, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai perlindungan kesehatan bagi relawan merupakan bentuk perhatian terhadap kesejahteraan tenaga yang selama ini terlibat langsung dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Nalen, setiap SPPG dapat melibatkan hingga 47 relawan dalam operasionalnya. Namun, program kepesertaan JKN ini diprioritaskan bagi tenaga yang belum memiliki jaminan kesehatan aktif.

“Ini menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman dan perlindungan kepada relawan yang bekerja mendukung program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Nalen juga memaparkan perkembangan operasional SPPG di Mimika. Dari 11 unit yang sebelumnya dihentikan sementara atau disuspensi, lima unit kini telah kembali beroperasi melayani masyarakat.

Sedangkan enam unit lainnya masih menjalani proses pembenahan sarana dan prasarana, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menjadi salah satu syarat penting operasional layanan.

“Sebagian besar terkait instalasi pengolahan air limbah. Peralatannya harus didatangkan dari Jawa sehingga membutuhkan waktu pengiriman,” jelasnya.

Meski sejumlah SPPG masih dalam tahap perbaikan, layanan Program Makan Bergizi Gratis bagi kelompok sasaran seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Pihak BGN Papua Tengah juga memastikan seluruh pelaksanaan program akan tetap mengikuti kebijakan dan arahan pemerintah pusat, termasuk menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di tingkat nasional.

Dengan perluasan kepesertaan JKN bagi relawan SPPG, diharapkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Mimika semakin kuat, tidak hanya dari sisi pelayanan gizi masyarakat, tetapi juga dalam memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi para tenaga yang terlibat di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *