Bencara AlamKlimatologiLingkungan Hidup

82 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Mimika Nihil Titik Panas — Asal Asap Masih Ditelusuri

32
×

82 Hotspot Terdeteksi di Papua Tengah, Mimika Nihil Titik Panas — Asal Asap Masih Ditelusuri

Sebarkan artikel ini
BMKG mendeteksi 82 titik panas di Papua Tengah dengan Nabire terbanyak (37 titik) dan Dogiyai (30 titik), sementara Kabupaten Mimika nihil hotspot meski asap masih terlihat dan tercium di sejumlah wilayah Timika. (Foto : NS / Sidiknews.id)

Timika, Sidiknews.id – Sebanyak 82 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Papua Tengah berdasarkan pembaruan peta titik panas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (27/9/2026) pukul 21.00 WIT.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan dari total 82 titik panas tersebut, Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 37 titik.

Selanjutnya, Kabupaten Dogiyai terdeteksi 30 titik panas, Paniai 11 titik, dan Puncak sebanyak 4 titik.

Sementara itu, Kabupaten Mimika tidak terdeteksi titik panas dalam pembaruan data BMKG tersebut.

Meski demikian, Merlyn mengingatkan bahwa data hotspot tersebut belum dapat dijadikan kepastian mengenai sumber asap yang dalam beberapa hari terakhir terlihat dan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Timika.

“Pembaruan titik panas merupakan hasil pemantauan pada waktu tertentu. Karena itu, ada atau tidak adanya hotspot di suatu wilayah tidak serta-merta memastikan asal maupun pergerakan asap yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, Pemerintah masih melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi dan sebaran asap di wilayah Mimika.

Merlyn mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada terhadap kondisi udara di lingkungan masing-masing sambil menunggu pembaruan informasi resmi dari instansi berwenang.

Jika kondisi asap terasa semakin pekat, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan, karena dapat memperburuk kualitas udara dan menambah risiko gangguan kesehatan.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

“Kalau mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang semakin berat, segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” imbaunya.

Pemantauan terhadap kondisi asap di Mimika masih terus dilakukan. Pemerintah mengajak masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan informasi resmi.

Untuk sementara, Mimika tercatat nihil hotspot dalam pembaruan BMKG, namun asal dan pergerakan asap yang dirasakan masyarakat masih memerlukan pemantauan serta koordinasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *