EkonomiHaji dan UmrahUMKM

Ekosistem Ekonomi Haji Dikembangkan! UMKM Papua Berpeluang Tembus Arab Saudi, Produk Lokal Disiapkan untuk Jemaah Haji

28
×

Ekosistem Ekonomi Haji Dikembangkan! UMKM Papua Berpeluang Tembus Arab Saudi, Produk Lokal Disiapkan untuk Jemaah Haji

Sebarkan artikel ini
Pengembangan ekosistem ekonomi haji membuka peluang bagi UMKM Papua untuk memperluas pasar hingga Arab Saudi. Produk lokal seperti abon ikan dan kue sagu didorong agar dapat dipasarkan kepada jemaah haji asal Indonesia. Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id

Timika, Sidiknews.id – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mendorong pengembangan ekosistem ekonomi haji dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk UMKM yang berada di wilayah Papua.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga bagaimana perputaran ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Hal tersebut disampaikan Musa saat ditemui awak media di Emeneme Yauware, Selasa (29/9/2026), usai menghadiri kegiatan pelantikan.

Menurutnya, produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia memiliki peluang untuk dipasarkan hingga ke Arab Saudi. Sebab, jemaah haji asal Indonesia selama berada di Arab Saudi juga membutuhkan berbagai produk dari tanah air.

“Ini bagian dari sebuah pengembangan ekosistem ekonomi haji. Bagaimana uang yang berputar bukan hanya untuk kepentingan di IT, tetapi juga harus berputar di Indonesia sehingga memberikan nilai manfaat, terlebih kepada UMKM,” ujar Musa.

Ia mencontohkan sejumlah produk khas Papua yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia di Arab Saudi, seperti abon ikan maupun makanan berbahan dasar sagu.

Musa mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah juga tengah mendorong agar produk UMKM tidak hanya berkembang di daerah asal, tetapi mampu memiliki jaringan distribusi yang lebih luas hingga ke Arab Saudi.

“Jemaah haji ketika berada di Arab Saudi juga tetap mencari produk-produk dari Indonesia. Contohnya di Papua, kita punya abon ikan dan di wilayah timur juga ada produk seperti kue sagu,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu program yang telah digagas Kementerian Haji dan Umrah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi adalah pelaksanaan ekspo UMKM secara nasional.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Kota Madiun pada 25-27 September 2026.

Menurut Musa, program pengembangan UMKM tersebut tidak hanya dilaksanakan di tingkat pusat, tetapi juga akan didorong hingga ke daerah melalui komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Kita akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk pengembangan UMKM di kabupaten dan provinsi di Papua Raya,” jelasnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu bentuk pemberdayaan umat sekaligus membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM di Papua.

“Harapannya bisa sampai ada ekspor. Pengusaha atau UMKM yang ada di wilayah Papua bisa menembus sampai ke Saudi Arabia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *