Dogiyai, Sidiknews.id – Sopir Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dogiyai, Dadang Setiawan, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Tokapo, Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIT.
Akibat serangan tersebut, Dadang mengalami sejumlah luka serius di beberapa bagian tubuh. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Paniai untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Piter Kendek mengatakan, korban mengalami luka robek pada bagian pipi kanan dan kiri, lengan kanan bagian bawah, tangan kanan, serta pergelangan tangan kanan.
“Korban mengalami luka robek pada pipi bagian kanan dan kiri, lengan kanan bagian bawah, tangan kanan, serta pergelangan tangan kanan,” kata Piter kepada wartawan.
Peristiwa tersebut diketahui setelah seorang saksi melihat korban berlari dari arah depan Bandara menuju lokasi tempat saksi berjualan. Saat itu, korban dalam kondisi terluka dan wajahnya berlumuran darah.
Melihat kondisi korban, saksi kemudian memberikan pertolongan dengan membonceng korban menggunakan sepeda motor menuju klinik miliknya.
Namun, karena keterbatasan fasilitas medis, korban selanjutnya dibawa ke Klinik K12 untuk mendapatkan penanganan awal.
“Setelah penanganan awal dilakukan, korban langsung kita rujuk ke RSUD Kabupaten Paniai dengan pengawalan anggota Polri,” jelas Kapolres.
Sementara itu, setelah menerima laporan terkait kejadian tersebut, personel Regu Patroli Polres Dogiyai langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
Tim dipimpin Wakapolres Dogiyai AKP Andi Mapparewe, Kasat Reskrim Ipda Almon J. Marpaung, serta Danki Brimob Yon A Polda Papua Barat Ipda Purwito.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengumpulkan petunjuk yang dapat membantu mengungkap identitas pelaku.
“Personel saat ini masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mencari petunjuk untuk dapat mengidentifikasi pelaku,” ujar Piter.
Hingga kini, polisi belum mengetahui identitas pelaku maupun motif di balik aksi pembacokan tersebut. Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengetahui latar belakang serta penyebab terjadinya tindak kekerasan tersebut.
Kapolres menjelaskan, kondisi korban yang masih cukup parah menjadi salah satu kendala dalam proses penyelidikan. Korban hingga kini belum dapat memberikan keterangan kepada penyidik.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian dan motifnya. Korban saat ini masih dalam kondisi cukup parah sehingga belum dapat memberikan keterangan,” katanya.
Piter menegaskan, Polres Dogiyai akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pembacokan dan memastikan kasus tersebut diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” Tutupnya.







