TIMIKA, SidikNews.id – Produksi telur ayam dari peternak lokal di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencapai 15,82 ton per hari, menjadikan daerah ini mengalami surplus produksi dan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga memasok telur ke sejumlah wilayah di pegunungan Papua.
Kepala Disnak-Keswan Mimika, Emma Kornelia Korwa, mengatakan tingginya produksi tersebut membuat Kabupaten Mimika telah mengalami surplus telur selama beberapa tahun terakhir.
“Kalau data jumlah peternak ayam petelur saya tidak hafal persis, tetapi dalam sehari produksi telur di Mimika bisa mencapai 15,82 ton. Dalam satu bulan produksinya sekitar 474,516 ton,” kata Emma di Timika, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, produksi tersebut berasal dari sekitar 440.280 ekor ayam petelur yang saat ini dipelihara oleh peternak lokal di Kabupaten Mimika.
Karena produksi yang melimpah, Pemerintah Kabupaten Mimika telah menghentikan pasokan telur dari luar daerah. Kebijakan tersebut dilakukan untuk melindungi peternak lokal sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Karena produksinya sangat banyak, saat ini Mimika juga telah menjadi salah satu pemasok telur ke beberapa wilayah di pegunungan Papua, salah satunya Kabupaten Puncak,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peternak ayam petelur di Mimika, Simon Tukan, mengakui produksi telur lokal saat ini terus meningkat dan mampu memenuhi permintaan dari luar daerah.
“Produksi telur lokal di sini sudah sangat melimpah. Saya biasanya mengirim telur ke Wamena, Papua Pegunungan, sekitar satu bulan sekali, tergantung permintaan,” kata Simon.
Ia menjelaskan harga telur di tingkat peternak masih bervariasi sesuai ukuran. Untuk telur ukuran standar dijual sekitar Rp50 ribu per rak, sedangkan telur berukuran jumbo mencapai Rp70 ribu per rak.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap peningkatan produksi telur lokal dapat terus dipertahankan sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta memperluas pasar hingga ke berbagai wilayah di Papua.











