KesehatanPemerintahan DaerahPerlindungan Ibu dan Anak

Puskesmas Mimika Timur Terima Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik

3
×

Puskesmas Mimika Timur Terima Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik

Sebarkan artikel ini
Kepala Puskesmas Mimika Timur, Onna Bunga, saat menyampaikan dukungan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Distrik Mimika Timur senilai sekitar Rp200 juta dalam bentuk bahan makanan untuk mendukung penanganan masalah gizi masyarakat. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Puskesmas Mimika Timur mendapat dukungan dari Distrik Mimika Timur dalam pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi.

Dukungan tersebut mencapai sekitar Rp200 juta dan diberikan dalam bentuk bahan makanan, bukan berupa uang tunai.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Mimika Timur, Onna Bunga, saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Senin (21/9/2026).

Menurut Onna, bahan makanan yang diterima Puskesmas masih dalam bentuk bahan mentah dan selanjutnya dikelola oleh petugas untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diperuntukkan terutama bagi pasien anak-anak dan ibu hamil yang mengalami gizi buruk, stunting maupun gizi kurang.

Adapun bahan makanan yang diberikan antara lain kacang hijau, gula, telur dan susu. Pemberian susu terutama diberikan kepada bayi yang belum memungkinkan untuk menerima makanan dalam bentuk lainnya.

“Memang betul distrik memberikan kami bahan makanan tambahan, tetapi dalam bentuk barang, bukan dalam bentuk uang. Bahan mentah itu nantinya dikelola oleh teman-teman di Puskesmas,” ujar Onna.

Ia menjelaskan, program tersebut telah berjalan sejak sekitar Juni 2026 dan masih berlangsung hingga September 2026.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah distrik dan Puskesmas sangat membantu dalam mendukung penanganan masalah gizi di wilayah pelayanan Puskesmas Mimika Timur.

Puskesmas Perkuat Pelayanan ke Kampung

Selain dukungan PMT, Puskesmas Mimika Timur juga menyiapkan penguatan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat di kampung-kampung.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan kasus penyakit yang masih cukup tinggi sekaligus memastikan masyarakat di wilayah pelayanan mendapatkan akses kesehatan.

Tim Puskesmas nantinya akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan penyuluhan sekaligus pelayanan pengobatan.

Pelayanan dilakukan dengan metode door-to-door, yakni petugas mendatangi masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah.

Onna mengatakan, waktu pelayanan akan disesuaikan dengan aktivitas masyarakat di masing-masing kampung.

Untuk kampung tertentu, pelayanan tidak dapat dilakukan pada pagi hari karena masyarakat sedang bekerja atau mencari nafkah. Karena itu, petugas akan menyesuaikan waktu kunjungan, termasuk melakukan pelayanan pada sore hari.

“Kalau teman-teman turun lapangan itu kami door-to-door, dari rumah ke rumah yang biasanya kami lakukan,” jelasnya.

Onna berharap melalui pelayanan langsung tersebut, masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses dapat tetap memperoleh penyuluhan, pemeriksaan dan pengobatan dari petugas kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *