BMKGPemerintahan DaerahPendidikan

Matahari Mulai Terlihat, Bupati Rettob Belum Cabut Kebijakan PJJ di Mimika

24
×

Matahari Mulai Terlihat, Bupati Rettob Belum Cabut Kebijakan PJJ di Mimika

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob, terkait kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang masih diberlakukan meski kondisi cuaca mulai membaik dan matahari mulai terlihat di wilayah Mimika. (Foto: Ilustrasi/ sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Cuaca di Kabupaten Mimika mulai membaik setelah beberapa hari didominasi hujan. Meski matahari kembali terlihat pada Senin (2/11/2026), Bupati Mimika, Johannes Rettob, belum memutuskan untuk mencabut kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pemerintah Kabupaten Mimika masih akan memantau perkembangan cuaca selama satu hingga dua hari ke depan serta meminta informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hal itu disampaikan Rettob saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (2/11/2026).

Rettob mengaku bersyukur karena setelah beberapa hari masyarakat jarang melihat matahari, kini kondisi cuaca mulai menunjukkan perubahan.

“Kita mengucap syukur kepada Tuhan karena biasanya setiap hari kita tidak melihat matahari, tetapi hari ini kita sudah bisa melihat matahari,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan perubahan cuaca dalam satu hari.

Pemkab Mimika akan mencermati prediksi BMKG sebelum menentukan apakah surat edaran tentang PJJ perlu dicabut atau tetap diberlakukan.

“Kita lihat satu sampai dua hari. Kalau sudah kita lihat prediksi BMKG dan ternyata informasinya sudah aman, ya kita cabut surat edaran untuk PJJ,” jelas Rettob.

Menurutnya, keputusan tersebut harus mempertimbangkan perkembangan cuaca dan informasi resmi agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman.

Untuk sementara, kebijakan PJJ masih menunggu hasil evaluasi pemerintah daerah. Rettob berharap cuaca di Mimika terus membaik sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan di sekolah, dapat kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *