Bencara AlamLingkungan HidupPemerintahan Daerah

Air Mil 400 Berkurang! BPBD Imbau Warga Laporkan Kebutuhan Air ke Pos Pemadam

3
×

Air Mil 400 Berkurang! BPBD Imbau Warga Laporkan Kebutuhan Air ke Pos Pemadam

Sebarkan artikel ini
BPBD Kabupaten Mimika menyiagakan layanan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga. Masyarakat diimbau melaporkan kebutuhan air ke pos pemadam terdekat menyusul berkurangnya pasokan air milik BPBD (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika masih melakukan pelayanan air bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala BPBD Mimika Agustina Rahaded mengatakan, pelayanan tersebut telah berjalan hampir dua minggu. Warga yang membutuhkan air dapat melapor langsung kepada petugas piket di pos pemadam kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Agustina saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (21/9/2026).

“Sudah hampir dua minggu ini. Masyarakat yang butuh air itu langsung lapor di pos pemadam saja. Apalagi di SP2 maupun di Pasar Lama,” kata Agustina.

Menurutnya, petugas BPBD akan langsung merespons laporan masyarakat dan mengantarkan air ke lokasi yang membutuhkan.

Agustina menjelaskan, air yang disalurkan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci peralatan rumah tangga, bukan untuk kebutuhan memasak atau konsumsi.

“Air itu kan tidak bersih, tapi digunakan bisa mandi, cuci piring. Itu membantu daripada sama sekali,” ujarnya.

Sementara untuk kebutuhan memasak, masyarakat diminta menggunakan air galon yang dibeli secara mandiri.

Agustina mengatakan, pelayanan air tersebut dilakukan karena sumber air yang selama ini digunakan BPBD di Mil 400 mengalami penurunan debit.

“Di Mil 400 yang sering kami ambil, debit airnya sudah kurang. Jadi kami tidak bisa,” jelasnya.

Meski demikian, BPBD tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pos-pos pemadam kebakaran. Warga yang membutuhkan air dapat melapor kepada petugas piket untuk ditindaklanjuti.

“Petugas sudah jalan hampir dua minggu ini. Mereka ke pos, lapor di petugas piket, langsung mereka respons, langsung antar,” pungkas Agustina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *