AdministrasiHaji dan UmrahKegiatan Keagamaan

Manasik Akbar Jemaah Haji Mimika, Musa Narwawan Tekankan Kesiapan Fisik dan Ilmu Ibadah

245
×

Manasik Akbar Jemaah Haji Mimika, Musa Narwawan Tekankan Kesiapan Fisik dan Ilmu Ibadah

Sebarkan artikel ini
Manasik Akbar jemaah haji Mimika di Emeneme Yauware, Selasa (29/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua, Musa Narwawan, sebagai pemateri yang menekankan pentingnya kesiapan fisik dan ilmu ibadah bagi calon jemaah haji. Foto Ilustrasi/ Sidiknews.id

Timika, Sidiknews.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, menekankan pentingnya kesiapan ilmu, kesehatan, dan fisik bagi calon jemaah haji Kabupaten Mimika yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi.

Hal itu disampaikan Musa Narwawan saat menjadi pemateri dalam kegiatan Manasik Akbar Jemaah Haji Tahun 1448 H/2027 M yang berlangsung di Emeneme Yauware, Timika, Selasa (29/9/2026).

Musa mengatakan, ibadah haji membutuhkan persiapan yang matang. Jemaah tidak hanya harus mempersiapkan biaya dan administrasi, tetapi juga memahami tata cara pelaksanaan ibadah serta menjaga kondisi kesehatan.

Menurutnya, pembekalan melalui manasik menjadi kesempatan penting bagi calon jemaah untuk memperdalam pengetahuan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Jemaah harus mempersiapkan diri, bukan hanya dari sisi biaya, tetapi juga ilmu dan kesehatan. Manasik ini menjadi bagian penting agar jemaah memahami apa yang akan dilaksanakan selama berada di Tanah Suci,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan calon jemaah agar mulai membangun kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan kemampuan fisik sejak jauh hari. Kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting karena rangkaian ibadah haji banyak membutuhkan aktivitas berjalan kaki dan daya tahan tubuh.

Musa menyarankan jemaah melakukan latihan fisik secara bertahap, terutama berjalan kaki. Latihan tidak harus dilakukan dengan berlari, tetapi dapat dimulai dengan berjalan dalam jarak dan durasi yang semakin meningkat.

“Bukan berlari, tetapi jalan. Semakin jauh dan semakin lama, itu akan membantu mempersiapkan fisik,” katanya.

Selain latihan fisik, ia mengingatkan jemaah untuk memperhatikan kebutuhan cairan dan membawa obat-obatan pribadi, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes.

Menurutnya, persiapan kesehatan harus dilakukan sejak di Tanah Air sehingga jemaah dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan kondisi yang lebih siap.

Musa juga mengingatkan jemaah agar memperbanyak ibadah, menjaga niat, serta meninggalkan berbagai persoalan duniawi ketika menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Ia berharap seluruh calon jemaah mengikuti proses pembinaan dengan serius sehingga memiliki bekal yang cukup sebelum keberangkatan.

“Kegiatan ini sangat penting. Apa yang belum dipahami dapat ditanyakan dalam proses manasik maupun kepada para ustaz dan pembimbing yang akan mendampingi jemaah,” ujarnya.

Musa menambahkan, pembinaan tidak berhenti pada kegiatan manasik akbar, tetapi perlu dilanjutkan melalui bimbingan dan latihan secara berkelanjutan hingga waktu keberangkatan.

Ia berharap seluruh jemaah haji Mimika dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, memperoleh kemudahan selama di Tanah Suci, serta kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *