DaerahEkonomi

Freeport Targetkan Produksi 800 Juta Pound Tembaga dan 700 Ribu Ounce Emas

46
×

Freeport Targetkan Produksi 800 Juta Pound Tembaga dan 700 Ribu Ounce Emas

Sebarkan artikel ini
Aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas dalam tahap pemulihan operasi tambang sepanjang 2026 (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id — PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan kapasitas produksi tambang kembali mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua 2026. Target tersebut seiring proses pemulihan operasi pascainsiden luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan proses pemulihan tambang terus dilakukan secara bertahap dengan dukungan recovery team, tim operasi, serta seluruh tim pendukung.

“Dengan semangat kebangkitan disertai dedikasi yang luar biasa tinggi serta koordinasi yang prima dari seluruh tim operation dan support, kita berhasil melalui masa sulit tersebut,” kata Tony dalam amanat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tembagapura, Senin (17/8/2026).

Tony menjelaskan, proses pemulihan bukan pekerjaan mudah. Sekitar 800 ribu ton material lumpur basah harus dipindahkan. Sejumlah infrastruktur dan alat berat juga mengalami kerusakan.

Selain itu, lokomotif dan gerbong tertimbun material, jaringan telekomunikasi terputus, hingga sistem ventilasi harus diganti.

Meski menghadapi berbagai kendala teknis maupun nonteknis, Tony memastikan proses pemulihan terus berjalan sesuai perencanaan.

Dalam tahap pemulihan tersebut, Freeport menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas.

Tony mengatakan, kapasitas produksi diharapkan kembali meningkat menjadi sekitar 75 persen pada pertengahan 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas produksi penuh pada akhir 2027.

“Freeport Indonesia harus mampu bangkit dan menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses pemulihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun masa depan operasi yang lebih kuat, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *