EkonomiProduk LokalUMKM

Kemenkop RI Dorong Kopi Mimika Tembus Pasar Papua Nugini hingga Australia

134
×

Kemenkop RI Dorong Kopi Mimika Tembus Pasar Papua Nugini hingga Australia

Sebarkan artikel ini
Pengunjung dan pelaku UMKM berfoto bersama di stan kopi dalam Festival UMKM Emeneme Yauware, Timika. Potensi kopi Mimika didorong untuk terus dikembangkan hingga mampu menembus pasar nasional dan internasional (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Kementerian Koperasi RI mendorong komoditas kopi Kabupaten Mimika dikembangkan lebih serius agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional, termasuk Papua Nugini dan Australia.

Dorongan tersebut disampaikan Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Kementerian Koperasi RI, Naslindo Sirait, saat mengunjungi sejumlah stan kopi dalam Festival UMKM di Lapangan Gedung Emeneme Yauware, Kamis (8/10/2026).

Naslindo menilai Mimika memiliki potensi besar, baik dari sektor kopi maupun UMKM lainnya. Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat melalui kelembagaan koperasi agar pengembangan usaha tidak berhenti pada produksi, tetapi berlanjut hingga pascapanen dan hilirisasi.

“Menurut kami, ini sesuatu yang harus terus didorong dan dikembangkan. Ternyata daerah-daerah memiliki potensi lokal dan gerakan untuk menciptakan perekonomian rakyat melalui pengembangan usaha UMKM,” ujar Naslindo.

Ia merekomendasikan para pelaku UMKM, khususnya penggiat kopi, membangun kelembagaan koperasi sehingga skala usaha dapat ditingkatkan dan pengelolaannya lebih terarah.

“Pengembangan kopi mulai dari budidaya, kontinuitas kopi sampai pascapanen dan hilirisasi akan lebih mudah dilaksanakan kalau kelembagaannya dalam bentuk koperasi,” jelasnya.

Menurut Naslindo, koperasi juga dapat memperkuat posisi petani dan pelaku usaha dalam rantai perdagangan. Ia mencontohkan sejumlah daerah penghasil kopi di Indonesia yang telah menerapkan sistem fair trade atau perdagangan berkeadilan.

Sistem tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih proporsional bagi petani, pedagang maupun pelaku usaha yang terlibat dalam rantai bisnis kopi.

Kopi Papua Berpeluang Jadi Ikon

Naslindo menilai kopi saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat dengan pasar yang terus berkembang. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kopi Papua untuk menjadi komoditas unggulan sekaligus ikon daerah.

“Kopi Papua ini bisa menjadi ikon, bisa diperdagangkan bukan hanya di Indonesia Timur, bahkan kita punya peluang ke Papua Nugini dan Australia. Dari sisi jarak, kota seperti Darwin dan Sydney sebenarnya memungkinkan,” katanya.

Namun, untuk mencapai pasar tersebut, pengembangan kopi tidak cukup hanya mengandalkan sektor budidaya. Kapasitas pelaku usaha di sektor hilir juga perlu diperkuat, termasuk kemampuan roasting dan barista.

“Kualitas kopi kita paling tidak untuk Indonesia Timur bisa menjadi yang terbaik. Potensi Papua bisa diangkat bukan hanya lokal, regional dan nasional, tetapi juga internasional. Kami dari Kementerian Koperasi siap memfasilitasi,” ujarnya.

Selain kopi, Naslindo melihat komoditas lokal lainnya seperti buah merah juga memiliki peluang untuk dikembangkan. Namun, produk-produk tersebut membutuhkan penguatan branding, storytelling dan pemasaran digital agar mampu dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Fair trade merupakan sistem perdagangan yang menekankan hubungan usaha yang lebih adil antara produsen, khususnya petani, dengan pelaku usaha dalam rantai perdagangan. Sementara roasting merupakan proses sangrai biji kopi sebelum diolah menjadi produk siap konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *