KeamananMiliterPemberdayaan Masyarakat

196 Karyawan PT Freeport Indonesia Ikuti Latsarmil Komcad di Rindam Cenderawasih

47
×

196 Karyawan PT Freeport Indonesia Ikuti Latsarmil Komcad di Rindam Cenderawasih

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 196 karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat BUMS PT Freeport Indonesia Tahun 2026 di Rindam XVII/Cenderawasih, (Foto: Istimewa/ Sidiknews.id).

Jayapura, Sidiknews.id – Sebanyak 196 karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat BUMS PT Freeport Indonesia Tahun 2026 di Rindam XVII/Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pembukaan pendidikan dan latihan tersebut berlangsung di Lapangan Upacara Rindam XVII/Cenderawasih, Selasa (6/10/2026), dan dipimpin Kapus Komcad Bacadnas Kemhan RI Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, S.I.P. selaku Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Letkol Inf Apit Yulianto, S.Hub.Int., yang merupakan Dansecaba Rindam XVII/Cenderawasih.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, S.I.P. mengatakan, 196 peserta tersebut merupakan hasil seleksi dari 213 calon yang sebelumnya mengikuti sejumlah tahapan pemeriksaan.

“Dari 213 peserta yang mengikuti tahapan pemeriksaan dan penentuan akhir, sebanyak 196 orang dinyatakan lulus untuk mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan,” jelasnya.

Para calon sebelumnya menjalani pemeriksaan kesehatan, jasmani, psikologi, serta orientasi dan geologi di Rindam XVII/Cenderawasih pada 29 September hingga 2 Oktober 2026.

Dari 196 peserta yang dinyatakan lulus, sebanyak 191 orang merupakan laki-laki dan lima orang perempuan. Mereka akan menjalani pendidikan dan latihan selama kurang lebih dua bulan, terhitung sejak 6 Oktober hingga 4 Desember 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Penyediaan dan Pembentukan Komponen Cadangan Kolonel Kav Dr. Susanto, S.I.P. dalam laporan kesiapan pembentukan Komcad menyampaikan, proses pembentukan Komcad BUMS PT Freeport Indonesia diawali dengan usulan 220 calon anggota pada 10 September 2026.

Para calon kemudian diberangkatkan dari Timika menuju Jayapura pada 28 September 2026 untuk mengikuti berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya 196 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan mengikuti Latsarmil.

Dalam amanat Menteri Pertahanan RI yang dibacakan Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, disebutkan bahwa perkembangan lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang dinamis menuntut kesiapan negara dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik militer, nonmiliter maupun hibrida.

Karena itu, sistem pertahanan negara yang bersifat semesta tidak hanya bertumpu pada Komponen Utama, tetapi juga diperkuat melalui Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung.

Latsarmil menjadi tahapan penting dalam membentuk kemampuan dasar, kedisiplinan, ketangguhan, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan bekerja sama para calon anggota Komcad.

Menteri Pertahanan juga menekankan agar seluruh proses pendidikan dilaksanakan sesuai kurikulum, terukur, serta tetap mengutamakan keselamatan personel dan materiil.

Para pelatih diminta mengedepankan keteladanan serta menghindari tindakan arogan maupun kontak fisik yang tidak diperlukan. Keberhasilan latihan diharapkan dapat terlihat dari kemampuan peserta menyerap pengetahuan dan keterampilan, sekaligus membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.

Dukungan PT Freeport Indonesia terhadap program pembentukan Komcad tersebut menjadi bagian dari kontribusi sektor swasta dalam mendukung upaya pertahanan negara.

Para peserta diharapkan mengikuti seluruh tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh hingga selesai serta mampu menerapkan nilai disiplin, tanggung jawab dan kesadaran bela negara dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan profesinya.

Kapendam XVII/Cenderawasih menambahkan, pelaksanaan Latsarmil Komcad Matra Darat BUMS PT Freeport Indonesia di Rindam XVII/Cenderawasih menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah, TNI dan sektor swasta dalam menyiapkan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan negara.

Pendidikan tersebut diharapkan berjalan lancar dan aman serta mampu membentuk peserta menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, loyal dan siap menjalankan peran sebagai Komponen Cadangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *