KarhutlaKesehatanPelayanan Masyarakat

Asap Kiriman Papua Selatan, Pemkab Mimika Bagikan Masker dan Tingkatkan Layanan Rumah Sakit

36
×

Asap Kiriman Papua Selatan, Pemkab Mimika Bagikan Masker dan Tingkatkan Layanan Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan langkah penanganan dampak asap yang diduga berasal dari Papua Selatan, melalui pembagian masker kepada masyarakat, peningkatan pelayanan rumah sakit hingga pukul 22.00 WIT, serta pemantauan kondisi kualitas udara di Kabupaten Mimika (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id– Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil sejumlah langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak asap tebal yang menyebabkan penurunan kualitas udara di wilayah tersebut.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan langkah yang dilakukan pemerintah daerah meliputi pembagian masker, peningkatan pelayanan rumah sakit, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi udara.

Hal itu disampaikan Johannes saat diwawancarai awak media usai upacara bendera peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026).

Menurut Johannes, asap yang berdampak pada Mimika diduga berasal dari wilayah Papua Selatan. Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, api di permukaan lahan telah padam di sejumlah lokasi, tetapi masih terdapat titik api di bawah permukaan tanah gambut.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat asap masih berpotensi muncul meskipun api di permukaan tidak lagi terlihat.

Terkait penanganan sumber asap, Johannes menyebut koordinasi perlu dilakukan dengan pihak yang berwenang di wilayah asal kebakaran, termasuk kemungkinan dukungan penanganan melalui udara.

“Kami ini hanya kena dampak. Bukan dari kita,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan persoalan tersebut melalui Gubernur Papua Tengah dan melaporkannya kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian serta dukungan penanganan.

Di tingkat daerah, Pemkab Mimika menyiapkan pembagian masker kepada masyarakat. Organisasi perangkat daerah (OPD) juga direncanakan turun ke lapangan untuk membantu pembagian masker.

Selain itu, pelayanan rumah sakit ditingkatkan hingga pukul 22.00 WIT untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.

Johannes juga mengungkapkan bahwa rumah sakit umum, sejumlah rumah sakit lainnya, dan puskesmas menerima pasien anak-anak dengan keluhan ISPA.

“Kita sudah tingkatkan pelayanan sampai dengan sekarang kita naikkan sampai jam 10 malam,” katanya.

Terkait aktivitas penerbangan, Bupati menyebut kabut asap juga berpotensi mengganggu jarak pandang pesawat. Namun, keputusan mengenai kelayakan penerbangan tetap bergantung pada kondisi aktual dan ketentuan keselamatan penerbangan.

Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah perlindungan masyarakat berdasarkan kondisi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *