Timika, Sidiknews.id – Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Leonardus Tumuka, mendorong penguatan akses transportasi serta keterlibatan pengusaha lokal untuk mengembangkan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan Kabupaten Mimika.
Hal itu disampaikan Leonardus saat diwawancarai awak media di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, Kamis (15/10/2026).
Menurut Leonardus, salah satu tantangan utama dalam membantu masyarakat di wilayah pesisir timur dan barat adalah keterbatasan transportasi. Selain jalur udara, transportasi laut juga menjadi perhatian karena adanya pendangkalan di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat, termasuk ketika bepergian ke kota maupun kembali ke kampung. Distribusi hasil tangkapan ikan dan hasil kebun ke pasar juga membutuhkan akses transportasi yang memadai.
Karena itu, ia menilai pemerintah daerah dan mitra pembangunan perlu duduk bersama untuk mencari solusi transportasi yang dapat menjangkau masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan yang jauh dari pusat kota.
Leonardus berharap layanan transportasi dapat berlangsung lebih rutin sehingga masyarakat memiliki kemudahan untuk bepergian, sekaligus membawa hasil produksi mereka untuk dipasarkan di Timika.
Selain akses transportasi, YPMAK juga mendorong kaderisasi anak-anak muda lokal agar mampu mengambil peran langsung dalam mengelola potensi ekonomi di daerahnya.
Menurutnya, masyarakat lokal yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan perlu dipersiapkan menjadi pelaku usaha yang mampu mengelola produksi, menampung hasil masyarakat, serta menghubungkannya dengan pasar.
“Tujuan utama kita adalah masyarakat lokal mampu menguasai sektor ekonomi dan mengetahui akses pasar,” demikian inti penjelasan Leonardus.
Ia menjelaskan, YPMAK telah memulai pendampingan terhadap 20 calon pengusaha baru, dengan lima orang di antaranya disebut telah berhasil mengembangkan usaha.
Sejumlah bidang usaha yang mulai dikembangkan antara lain jasa laundry. Sementara itu, pengembangan usaha kopi dan virgin coconut oil (VCO) direncanakan pada tahun mendatang.
YPMAK saat ini juga menyiapkan skema pengembangan usaha, mulai dari alur produksi petani, pengelolaan hasil, hingga penentuan jalur distribusi dan pasar. Pendekatan tersebut diharapkan memberi ruang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk menjadi pengelola utama usaha ekonomi di wilayahnya.
Leonardus menambahkan, gagasan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya sektor perikanan, akan kembali dibahas untuk dipersiapkan sebagai program tahun depan.
Melalui program tersebut, anak-anak muda lokal diharapkan dapat menjadi penggerak usaha yang mengoordinasikan kelompok masyarakat, menampung hasil tangkapan, serta membantu menyalurkannya ke pasar.
Ia menegaskan, peran YPMAK tidak hanya menyiapkan akses dan memberikan pendampingan, tetapi juga mendorong agar masyarakat lokal secara bertahap mampu menjalankan dan mengembangkan usahanya secara mandiri.







