Kabar KonstitusiKarhutlaKesehatan

Kabut Asap Belum Pergi dari Mimika! Rampeani Rachman Desak Pemerintah Rutin Bagikan Masker, Lindungi Warga Dari Kabut Asap

35
×

Kabut Asap Belum Pergi dari Mimika! Rampeani Rachman Desak Pemerintah Rutin Bagikan Masker, Lindungi Warga Dari Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, meminta Pemerintah Kabupaten Mimika aktif membagikan masker kepada masyarakat di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Mimika. Ia mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla. (Foto Ilustrasi/ Sidiknews.id)

Timika, Sidiknews.id – Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, meminta Pemerintah Kabupaten Mimika meningkatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Mimika, Papua Tengah.

Saat diwawancarai awak media di RSUD Mimika, Minggu (18/10/2026), Rampeani mengimbau masyarakat agar mematuhi imbauan pemerintah untuk menggunakan masker setiap kali beraktivitas di luar ruangan.

Ia juga meminta pemerintah daerah lebih aktif membagikan masker kepada warga sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan kabut asap.

Menurut Rampeani, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu persoalan kesehatan yang harus diwaspadai masyarakat.

“Warga harus mematuhi imbauan pemerintah dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah juga perlu aktif membagikan masker kepada masyarakat,” tegasnya.

Kabut asap yang menyelimuti Mimika dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tetangga. Paparan asap tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga, terutama jika kondisi udara buruk berlangsung dalam waktu lama.

Rampeani menilai, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui imbauan. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh perlindungan yang memadai serta informasi mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi.

Ia berharap pembagian masker dapat menjangkau masyarakat luas, termasuk warga yang tetap harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah.

Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas.

Rampeani berharap pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah penanganan dampak kabut asap agar risiko gangguan kesehatan masyarakat di Mimika dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *