Bencara AlamKesehatanSosial Budaya

BPBD Mimika Siap Antisipasi Dampak Kabut Asap, Koordinasi Lintas OPD Diperkuat

11
×

BPBD Mimika Siap Antisipasi Dampak Kabut Asap, Koordinasi Lintas OPD Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Fransiskus Bokeyau. BPBD Kabupaten Mimika memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kabut asap serta meningkatkan koordinasi lintas OPD dalam upaya penanganan dan mitigasi bencana (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mulai memperkuat langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak kondisi cuaca terkini, termasuk potensi kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Fransiskus Bokeyau, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama para pejabat di lingkungan BPBD untuk menindaklanjuti sejumlah hal yang menjadi perhatian, termasuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk akibat kondisi cuaca.

“Kami baru tadi siang rapat koordinasi dengan para pejabat di lingkup BPBD. Ada hal-hal yang menjadi atensi, salah satunya terkait kondisi yang ada di Kabupaten Mimika,” kata Fransiskus saat diwawancarai awak media di Eme Neme Yauware, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, BPBD akan melanjutkan sejumlah kebijakan dan gagasan yang telah disiapkan pejabat terdahulu, khususnya berkaitan dengan pemantauan serta antisipasi terhadap perkembangan cuaca.

Ia menyebut, pihaknya akan mempelajari lebih mendalam bagian-bagian yang perlu menjadi perhatian BPBD untuk kemudian disikapi, diawasi dan disiagakan.

“Besok akan saya pelajari secara mendalam, bagian mana yang menjadi atensi BPBD Kabupaten Mimika untuk disikapi, diawasi dan disiagakan terkait kemungkinan-kemungkinan terburuk dari dampak situasi ini,” ujarnya.

Terkait langkah perlindungan masyarakat, termasuk imbauan penggunaan masker di tengah potensi kabut asap, Fransiskus mengatakan hal tersebut telah masuk dalam pembahasan awal BPBD.

Namun, ia menegaskan bahwa penanganan kondisi tersebut tidak dapat dilakukan BPBD sendiri. Diperlukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, terutama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan kondisi cuaca.

“Secara umum kami minimal harus ada koordinasi dengan BMKG terkait situasi ini. Dinas Kesehatan juga merupakan stakeholder yang harus terlibat, termasuk Dinas Sosial. Semua tadi sudah kami bicarakan,” jelasnya.

Fransiskus mengakui, langkah yang dilakukan BPBD pada saat ini masih sebatas rapat koordinasi. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut terhadap langkah yang sebelumnya telah dilakukan pejabat terdahulu.

“Masih rapat koordinasi, sebatas rapat koordinasi menindaklanjuti apa yang sudah dilakukan oleh pejabat terdahulu. Mungkin gagasan dan ide yang ada ini kita lanjutkan untuk mengantisipasi situasi itu,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam proses serah terima tanggung jawab dari pejabat sebelumnya, persoalan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut juga telah disinggung.

“Dalam laporan ketika penyerahan tanggung jawab beliau kepada saya, itu disinggung. Indikasinya saya tahu bahwa sudah ada gagasan dan ide untuk mempersiapkan itu,” ungkap Fransiskus.

Selanjutnya, BPBD akan melihat secara lebih rinci langkah konkret yang perlu dilakukan, khususnya melalui bidang yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan kejadian bencana.

“Setelah rapat koordinasi besok, kami akan melihat apa yang menjadi kebijakan dan langkah yang harus dilakukan. Minimal sementara ini sudah kami koordinasikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *