Pemerintahan DaerahSosial Budaya

Dana Otsus Rp2,5 Miliar Disiapkan Berangkatkan Sanggar Budaya Mimika ke Festival Budaya Lombok

17
×

Dana Otsus Rp2,5 Miliar Disiapkan Berangkatkan Sanggar Budaya Mimika ke Festival Budaya Lombok

Sebarkan artikel ini
sanggar budaya Amungme dan Kamoro Kabupaten Mimika yang akan mengikuti Festival Budaya di Lombok melalui dukungan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp2,5 miliar pada tahun 2026. (Ilustrasi: ilustrasi/ Sidiknews.id)

Timika, SidikNews.id – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) mengalokasikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp2,5 miliar pada tahun 2026 untuk memberangkatkan sanggar budaya Amungme dan Kamoro mengikuti Festival Budaya di Lombok.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudparekraf Kabupaten Mimika, Elisabet Tsenawatin, mengatakan kebijakan tersebut merupakan perubahan pola dukungan pemerintah terhadap sanggar budaya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya bantuan diberikan dalam bentuk dana langsung kepada sanggar, maka tahun ini anggaran difokuskan untuk mendukung promosi budaya melalui partisipasi pada festival berskala nasional.

Iklan ini dibuat oleh admin sidiknews.id

“Untuk tahun ini kami tidak lagi memberikan dana bantuan. Dana Otsus sebesar Rp2,5 miliar akan digunakan untuk membawa sanggar mengikuti Festival Budaya di Lombok,” ujar Elisabet saat ditemui di Timika, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyalurkan Dana Otsus sebesar Rp50 juta kepada masing-masing dari 40 sanggar budaya Amungme dan Kamoro yang bergerak di bidang seni ukir dan anyaman.

Selain bantuan dana, pemerintah juga memberikan pendampingan berupa pelatihan pengelolaan sanggar agar penggunaan anggaran dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan. Disbudparekraf juga menyalurkan berbagai peralatan produksi seperti parang, kapak, dan pahat guna menunjang aktivitas para perajin.

“Dana Rp50 juta digunakan untuk melengkapi kebutuhan masing-masing sanggar, sedangkan kami juga memberikan peralatan yang mendukung pekerjaan mereka,” jelasnya.

Menurut Elisabet, keikutsertaan sanggar budaya Mimika pada Festival Budaya di Lombok diharapkan menjadi ajang memperkenalkan seni dan budaya khas Amungme dan Kamoro kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan membuka peluang pasar bagi produk kerajinan lokal serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat adat.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan kapasitas sanggar budaya sebagai pusat pengembangan seni tradisional dan ekonomi kreatif.

Dengan dukungan tersebut, Disbudparekraf berharap karya-karya budaya asli Mimika semakin dikenal di tingkat nasional dan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para pelaku seni dan budaya di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *