KesehatanLingkungan HidupPenyuluhan Masyarakat

Dinkes Mimika Catat 117.910 Kasus Positif Malaria hingga September 2026

28
×

Dinkes Mimika Catat 117.910 Kasus Positif Malaria hingga September 2026

Sebarkan artikel ini
Kasus malaria di Kabupaten Mimika. Dinas Kesehatan Mimika mencatat 117.910 kasus positif malaria hingga September 2026. Masyarakat diimbau mewaspadai gigitan nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 1.085.347 pemeriksaan malaria hingga pertengahan September 2026, dengan 117.910 kasus positif.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Mimika, Kamaluddin, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan malaria yang dilakukan sepanjang 2026 hingga pertengahan September.

“Untuk 2026, sampai pertengahan September jumlah pemeriksaan kita 1.085.347, dengan kasus positif 117.910 orang,” ujar Kamaluddin saat ditemui awak media di Kantor Dinkes Mimika, Senin (28/9/2026).

Sebagai pembanding, pada 2025 jumlah pemeriksaan malaria tercatat sebanyak 1.299.815 pemeriksaan, dengan 190.593 kasus positif.

Kamaluddin menyebut, wilayah dengan temuan kasus malaria terbanyak masih berada di Distrik Wania, kawasan Pasar Sentral, dan Timika.

Untuk menekan penyebaran malaria, Dinkes Mimika mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan secara rutin. Masyarakat dianjurkan melakukan pemeriksaan malaria sekitar enam hingga tujuh kali dalam setahun, terutama ketika memiliki keluhan atau berada di wilayah berisiko.

“Pemeriksaan itu gratis. Kami mohon masyarakat tidak menolak ketika petugas kesehatan melakukan pemeriksaan,” katanya.

Menurut Kamaluddin, pemeriksaan secara luas penting dilakukan untuk menemukan penderita malaria, kemudian memberikan pengobatan hingga parasit di dalam tubuh benar-benar hilang. Dengan demikian, risiko penularan kepada orang lain dapat ditekan.

Selain pemeriksaan, masyarakat yang dinyatakan positif malaria diminta mengonsumsi obat sesuai aturan hingga selesai.

“Kami minta masyarakat kalau sakit malaria, tolong minum obatnya sampai selesai,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat berperan dalam pencegahan malaria di lingkungan tempat tinggal, antara lain menggunakan kelambu atau perlindungan saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengatasi genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Kalau ada genangan, ditimbun atau dialirkan. Kebersihan lingkungan juga harus dijaga, bisa menggunakan obat nyamuk dan perlindungan saat tidur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *