KesehatanPemerintahan DaerahPenyuluhan Masyarakat

Kasus HIV dan AIDS di Mimika Capai 199 Temuan, 134 Pasien Berusia 15–34 Tahun

36
×

Kasus HIV dan AIDS di Mimika Capai 199 Temuan, 134 Pasien Berusia 15–34 Tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Mimika. Tercatat 199 temuan, dengan 134 pasien atau sekitar 67,3 persen berada pada kelompok usia 15–34 tahun (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat sebanyak 199 kasus HIV dan AIDS ditemukan selama periode Januari hingga Juni 2026.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Mimika, Kamaluddin, mengatakan temuan tersebut terdiri dari 96 kasus HIV dan 103 kasus AIDS.

Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media di Kantor Dinkes Kabupaten Mimika, Senin (28/9/2026).

Menurut Kamaluddin, dari target pemeriksaan HIV sebanyak 39.944 orang, hingga Juni 2026 Dinkes Mimika telah melakukan pemeriksaan terhadap 33.431 orang.

“Dari target 39.944 pemeriksaan, sampai dengan Juni Mimika sudah melakukan tes sebanyak 33.431,” ujar Kamaluddin.

Ia menjelaskan, berdasarkan kelompok usia, kasus HIV dan AIDS pada 2026 didominasi kelompok usia 15 hingga 34 tahun, dengan jumlah sekitar 134 pasien.

Sementara berdasarkan jenis kelamin, tercatat 109 pasien laki-laki dan 90 pasien perempuan.

Kamaluddin menyebut, penularan HIV masih didominasi melalui hubungan seksual berisiko. Faktor risiko tidak hanya berasal dari pekerja seks, tetapi juga pelanggan maupun pasangan pelanggan.

“Sebagian besar dari hubungan seksual yang berisiko,” katanya.

Untuk menekan penyebaran HIV, Dinkes Mimika tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga menjalankan sosialisasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemberian kondom serta pengenalan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) sebagai salah satu metode pencegahan HIV bagi kelompok yang berisiko.

Kegiatan pemeriksaan dan sosialisasi juga dilakukan secara rutin melalui puskesmas, termasuk menjangkau lokasi-lokasi yang memiliki kelompok berisiko, seperti kawasan lokalisasi dan tempat hiburan.

“Kami juga menjangkau itu untuk sosialisasi dan pemeriksaan,” jelasnya.

Kamaluddin menambahkan, pihaknya juga menemukan kasus pada kelompok usia yang masih sangat muda. Namun, untuk rincian usia dan latar belakang pekerjaan pasien, ia mengatakan masih perlu melakukan pengecekan kembali kepada tim program HIV.

“Ada usia anak, 14 tahun, bahkan 13 tahun. Untuk rincian pekerjaannya saya belum dapat datanya dari teman-teman program HIV. Nanti saya tanyakan dulu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *