Timika, Sidiknews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan meluncurkan program Medical Check-Up (MCU) Gratis bagi Usia Produktif mulai 1 Juli 2026. Program tersebut menyasar kelompok tertentu, terutama pelajar yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, kader kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi PTM, Feika Rande Ratu saat menjadi narasumber dalam sosialisasi pelaksanaan MCU usia produktif yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Rabu (24/06/2026).
Feika menjelaskan bahwa program MCU usia produktif berbeda dengan MCU umum yang selama ini telah berjalan. Perbedaannya terletak pada paket pemeriksaan yang lebih lengkap dan menyeluruh.
“MCU usia produktif ini merupakan MCU lengkap. Pemeriksaannya meliputi toraks, mata, dan jantung. Pemeriksaan tersebut dilakukan di RSUD karena peralatan yang dibutuhkan belum tersedia di puskesmas,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini berbagai penyakit tidak menular pada masyarakat usia produktif. Selain itu, layanan ini juga menjadi tindak lanjut bagi peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang hasil pemeriksaannya memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan akan diarahkan melalui puskesmas terlebih dahulu. Setelah itu diberikan surat pengantar untuk menjalani pemeriksaan di RSUD,” jelasnya.
Ia menambahkan, sasaran program ini masih terbatas karena biaya paket pemeriksaannya relatif lebih tinggi dibanding MCU umum. Nilai satu paket layanan MCU usia produktif mencapai sekitar Rp1.731.000 per orang, sedangkan MCU umum berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.
“Prioritas diberikan kepada anak-anak Papua yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain itu juga untuk kader kesehatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar.
Program MCU gratis usia produktif ini akan mulai diluncurkan pada 1 Juli 2026 dan dilaksanakan di 10 puskesmas yang berada di wilayah perkotaan Kabupaten Mimika.
“Launching dilakukan serentak di 10 puskesmas kota. Untuk sementara program ini masih difokuskan di wilayah perkotaan,” tutup Feika.











