KesehatanPemerintahan Daerah

Soroti Kualitas Proyek! Baru Beberapa Bulan Difungsikan, Gedung Puskesmas Ayuka Rp6 Miliar Sudah Bocor

79
×

Soroti Kualitas Proyek! Baru Beberapa Bulan Difungsikan, Gedung Puskesmas Ayuka Rp6 Miliar Sudah Bocor

Sebarkan artikel ini
Godfried Maturbongs Tinjau Kebocoran Gedung Puskesmas Ayuka Rp6 Miliar yang Baru Difungsikan (Foto: Ani/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Kualitas pembangunan Gedung Puskesmas Ayuka di Distrik Mimika Timur Jauh kembali menjadi sorotan. Bangunan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp6 miliar dan baru beberapa bulan difungsikan itu dilaporkan mengalami kebocoran di sejumlah titik saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kebocoran terjadi pada bagian atap bangunan sehingga air merembes masuk ke sejumlah ruangan dan menyebabkan genangan di dalam gedung. Kondisi tersebut dikeluhkan pihak puskesmas karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan kerja tenaga kesehatan serta berpotensi membahayakan instalasi kelistrikan yang berada di dalam bangunan.

Iklan ini dibuat oleh admin sidiknews.id

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, melakukan inspeksi langsung ke Puskesmas Ayuka, Kamis (25/6/2026). Dari hasil peninjauan, ia membenarkan adanya kerusakan berupa kebocoran pada bangunan yang baru selesai dibangun tersebut.

“Bangunan ini dibangun tahun 2024 dan selesai tahun 2025. Baru digunakan beberapa bulan, tetapi sudah mengalami kebocoran. Kami khawatir kondisi ini akan mengganggu kenyamanan kerja petugas serta berisiko terhadap instalasi kelistrikan yang tertanam di dalam gedung,” ujar Godfried.

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Puskesmas Ayuka sebagai dasar untuk memasukkan pekerjaan perbaikan ke dalam program rehabilitasi dan penganggaran.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ayuka, Lucia Wamang, mengungkapkan bahwa kebocoran sebenarnya sudah terjadi sejak bangunan selesai dikerjakan. Meski demikian, pihaknya tetap menempati gedung tersebut sejak Maret 2025 demi memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Sebelumnya kami menggunakan balai kampung untuk pelayanan kesehatan. Karena tempat itu juga dibutuhkan untuk kegiatan masyarakat, kami memutuskan pindah ke gedung baru meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan,” katanya.

Lucia menjelaskan, pembangunan gedung Puskesmas Ayuka bersumber dari anggaran Kementerian Kesehatan dengan pagu sekitar Rp6,016 miliar. Dari informasi yang diterimanya, realisasi fisik pembangunan mencapai sekitar Rp3,7 miliar.

Meski menghadapi persoalan kebocoran saat musim hujan, Lucia memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Seluruh fasilitas dan peralatan medis yang dibutuhkan tersedia sehingga aktivitas pelayanan tidak mengalami gangguan signifikan.

Munculnya kerusakan pada bangunan yang belum lama difungsikan ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelaksanaan proyek. Warga berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan konstruksi tersebut serta segera melakukan perbaikan agar fasilitas kesehatan yang dibangun dengan anggaran besar itu dapat memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *