KeamananKesehatanKetenagakerjaan

Pelayanan Kesehatan di Distrik Jila Terhenti Sementara

22
×

Pelayanan Kesehatan di Distrik Jila Terhenti Sementara

Sebarkan artikel ini
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Jila terhenti sementara setelah sembilan tenaga kesehatan dievakuasi. Kondisi tersebut membuat pelayanan bagi masyarakat setempat untuk sementara waktu tidak berjalan seperti biasa (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Pelayanan kesehatan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, untuk sementara terhenti menyusul gangguan keamanan yang menyebabkan tenaga kesehatan (nakes) dievakuasi dari wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan pelayanan kesehatan belum dapat kembali berjalan sebelum ada jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan yang akan bertugas di Jila.

Hal tersebut disampaikan Godfried saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (24/8/2026).

Godfried menjelaskan, Dinas Kesehatan tidak bisa hanya mengirimkan obat-obatan ke Jila tanpa adanya tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap pelayanan dan penggunaan obat tersebut.

“Kita harus pastikan bahwa ada ketersediaan tenaga di sana, karena kita tidak bisa menyalurkan obat tanpa ada tenaga kesehatan di sana yang bertanggung jawab terhadap pemanfaatan obat-obatan yang kita kirim,” ujar Godfried.

Ia membenarkan bahwa pelayanan kesehatan di Jila saat ini terhenti. Namun, kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan bukan penghentian pelayanan secara permanen.

“Sudah terhenti, hanya terhenti bukan untuk selamanya, tapi terhenti untuk kondisi keamanan sampai bisa stabil kembali,” jelasnya.

Menurut Godfried, pelayanan kesehatan baru dapat kembali berjalan setelah ada jaminan keamanan dari masyarakat maupun aparat keamanan.

“Harus ada jaminan, pertama dari warga masyarakat, yang kedua dari pihak keamanan terkait dengan jaminan keamanan, jaminan keselamatan bagi tenaga nakes,” tegasnya.

Sekitar 20 Nakes Bertugas di Jila

Godfried mengatakan, terdapat sekitar 20 tenaga kesehatan yang ditempatkan di Jila. Namun, para nakes tersebut bekerja menggunakan sistem shift.

“Di Jila mereka ada kurang lebih 20-an, tapi mereka pakai sif-sifan,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh tenaga kesehatan yang berada di Jila telah dievakuasi. Sembilan orang menjadi bagian dari proses evakuasi karena sedang mendapat giliran bertugas ketika gangguan keamanan terjadi.

“Sudah, karena mereka ini kan sif-sifan. Kebetulan yang kena sif di saat itu jumlahnya sembilan orang,” katanya.

Setelah tiba di Timika, para tenaga kesehatan tersebut tidak langsung diminta kembali bertugas. Mereka diberikan waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi psikologis.

“Setelah kita evakuasi semua kembali pada saat mereka di sini, kita memberikan waktu kepada mereka untuk istirahat,” ujar Godfried.

Menurutnya, waktu pemulihan diperlukan karena para nakes mengalami situasi yang cukup menegangkan saat gangguan keamanan terjadi.

“Waktu yang kita berikan kepada mereka untuk memulihkan kembali secara psikologis mereka ketika berada pada suasana yang seperti itu,” jelasnya.

Godfried mengungkapkan, saat gangguan keamanan terjadi, Kepala Puskesmas Jila menghubunginya dan meminta agar tenaga kesehatan segera dievakuasi. Permintaan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan aparat keamanan setempat.

Ia menegaskan, keselamatan tenaga kesehatan menjadi pertimbangan utama sebelum pemerintah memutuskan untuk kembali membuka pelayanan kesehatan di Jila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *