DaerahKesehatanLingkungan Hidup

Rampeani Rachman Ingatkan Warga Mimika Waspadai Kabut Asap dan Karhutla

43
×

Rampeani Rachman Ingatkan Warga Mimika Waspadai Kabut Asap dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Mimika Hj. Rampeani Rachman mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan di tengah ancaman El Nino dan potensi kabut asap. Ia juga meminta tenaga medis di wilayah kota hingga pesisir siaga mengantisipasi dampak kesehatan, khususnya gangguan pernapasan dan ISPA (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul kondisi cuaca panas dan dampak El Nino yang berpotensi memicu kebakaran serta kabut asap.

Imbauan tersebut disampaikan Rampeani saat ditemui wartawan, Kamis (27/8/2026).

Rampeani mengatakan, kondisi kabut asap yang terjadi di Biak akibat kebakaran hutan dan lahan yang dipicu cuaca panas harus menjadi perhatian bagi masyarakat di Mimika.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar kejadian serupa tidak terjadi di Kabupaten Mimika dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Saya melihat di media sosial kondisi di Biak saat ini, terjadi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang dipicu cuaca panas. Ini perlu kita antisipasi agar tidak terjadi hal serupa di Mimika,” ujarnya.

Ia menyebutkan, paparan kabut asap akibat karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gangguan pernapasan seperti sesak napas.

Karena itu, Rampeani meminta tenaga medis di masing-masing wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila terjadi dampak kesehatan akibat El Nino maupun kabut asap.

“Tenaga medis harus siaga di masing-masing wilayah untuk melayani masyarakat apabila terjadi dampak El Nino. Kalau ada masyarakat yang terkena dampak langsung seperti sesak napas dan gangguan pernapasan lainnya, harus segera mendapatkan pelayanan,” katanya.

Menurut Rampeani, kesiapsiagaan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga harus diperkuat di daerah pesisir.

Ia menilai masyarakat di wilayah pesisir juga perlu mendapat perhatian serius apabila terjadi kondisi darurat, sehingga akses terhadap pelayanan kesehatan tetap dapat berjalan dengan baik.

Apresiasi Respons Cepat Kebakaran Lahan di SP7

Selain mengingatkan masyarakat terkait ancaman karhutla, Rampeani juga mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian dan pihak terkait dalam menangani insiden kebakaran lahan di kawasan SP7.

Menurutnya, respons cepat petugas serta edukasi kepada masyarakat merupakan langkah penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Saya mengapresiasi penanganan cepat yang dilakukan pihak kepolisian dan pihak terkait terhadap kejadian di SP7. Warga juga langsung diberikan edukasi agar tidak membakar lahan sembarangan,” ujarnya.

Rampeani berharap edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, khususnya terkait bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena api dapat dengan mudah meluas dan menimbulkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan sembarangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *