TIMIKA, Sidiknews.id – Bupati Mimika Johannes Rettob optimistis realisasi penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten Mimika tahun 2026 dapat mencapai 90 persen.
Rettob mengatakan, hingga saat ini realisasi anggaran telah mencapai 37 persen. Sementara waktu efektif pelaksanaan anggaran tersisa sekitar empat bulan.
“37 persen. Tinggal efektifnya itu tinggal empat bulan lagi. Saya optimis 90 persen,” ujar Rettob saat diwawancarai awak media di Hotel 66 Cenderawasih, SP2, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut didukung oleh mulai berjalannya sejumlah kegiatan belanja modal dengan nilai anggaran cukup besar. Ketika pekerjaan tersebut selesai, penyerapan anggaran akan ikut meningkat.
“Karena sebenarnya sekarang itu kegiatan belanja modal yang besar, yang begitu selesai langsung uang habis. Begitu selesai kegiatannya selesai,” jelasnya.
Rettob membandingkan capaian tersebut dengan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama tahun lalu, posisi realisasi anggaran berada di sekitar 30 persen, namun daya serap hingga akhir tahun dapat mencapai 82 persen.
“Tahun lalu kita pada posisi 30 persen dan daya serap kita sampai 82 persen. Tahun ini posisi tanggal sama kita 37 persen. Saya target 90 persen bisa,” katanya.
OPD Mulai Berjalan
Ditanya mengenai kemungkinan adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih rendah dalam penyerapan anggaran, Rettob menyebut kondisi tersebut saat ini sudah jauh membaik.
Menurutnya, beberapa OPD sebelumnya memang memiliki penyerapan yang masih rendah, namun kini hampir seluruh kegiatan sudah berjalan.
“Saya kira tidak, kemarin memang ada beberapa yang kurang sekali, tapi sekarang semua sudah hampir praktis jalan,” ungkapnya.
Ia menyebut Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjadi salah satu OPD dengan pekerjaan terbesar karena menangani berbagai proyek fisik dan belanja modal.
“Yang terbesar di PU, karena itu pekerjaan-pekerjaan besar, belanja modal,” pungkas Rettob.
Selain itu, Pemkab Mimika juga mulai melakukan perubahan sistem pengadaan dengan mendorong pelaksanaan pekerjaan menggunakan sistem elektronik.
“Ini kan kami sekarang merubah sistem pengadaannya, di mana kita untuk pekerjaan-pekerjaan bisa kita lakukan dalam bentuk elektronik,” tutupnya.








