KesehatanPemerintahan DaerahPendidikan

Soroti Lingkungan Sekolah! 35 Kasus Kusta Terdeteksi di Mimika Baru, Distrik Dorong Penanganan Serius

22
×

Soroti Lingkungan Sekolah! 35 Kasus Kusta Terdeteksi di Mimika Baru, Distrik Dorong Penanganan Serius

Sebarkan artikel ini
Lingkungan sekolah menjadi salah satu perhatian dalam upaya penanganan kasus kusta di Distrik Mimika Baru. Pemerintah distrik mendorong koordinasi dengan sektor kesehatan dan pendidikan menyusul temuan sekitar 35 kasus kusta pada 2026 (Foto: ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Pemerintah Distrik Mimika Baru menaruh perhatian serius terhadap kasus penyakit kusta yang masih ditemukan di wilayahnya. Berdasarkan data awal yang dibahas dalam rapat, tercatat sekitar 35 hingga 40 kasus kusta di Distrik Mimika Baru sepanjang 2026.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan angka tersebut masih perlu diverifikasi dan dikonfirmasi kembali agar diperoleh data yang benar-benar akurat.

“Untuk sementara, dari data awal yang kita bahas tadi ada di angka 35 kasus di Distrik Mimika Baru. Ini cukup besar,” kata Merlyn saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, data kasus kusta juga terlihat cukup tinggi pada sejumlah puskesmas. Di Puskesmas Timika, misalnya, tercatat 26 kasus pada 2024, meningkat menjadi 30 kasus pada 2025, dan 12 kasus pada 2026. Dengan demikian, dalam tiga tahun terdapat 68 kasus yang tercatat di Puskesmas Timika.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 pasien masih dalam pemantauan pengobatan. Selain itu, terdapat tujuh pasien anak dan lima pasien yang telah mengalami disabilitas akibat penyakit tersebut.

Sementara itu, Puskesmas Pasar Sentral pada 2026 tercatat menangani 12 kasus. Data dari sejumlah puskesmas lainnya juga menunjukkan masih adanya kasus kusta yang perlu mendapat perhatian.

Merlyn menilai penanganan kusta tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditangani secara bersama-sama, terutama karena aktivitas masyarakat di kantor maupun sekolah dapat meningkatkan potensi kontak apabila tidak dibarengi dengan penanganan dan edukasi yang baik.

“Kalau beraktivitas di kantor, di sekolah, kemudian kontak, ini yang mungkin akan kita dorong,” ujarnya.

Ia mengatakan Distrik Mimika Baru akan melihat langkah yang dapat dilakukan dari sisi kewilayahan, termasuk mendorong perhatian lebih besar terhadap lingkungan sekolah.

“Lebih kita pusatkan ke sekolah. Nanti kita akan laporkan dulu, dia punya data-data. Kemudian dari laporan kita, pimpinan pasti akan menyampaikan kepada dua instansi ini, kesehatan dengan pendidikan,” jelasnya.

Setelah laporan disampaikan, lanjut Merlyn, pihaknya akan menunggu tindak lanjut dari instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan yang dapat dilakukan di lapangan.

“Kita tunggu bagaimana dari mereka kembalikan ke kita supaya kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Distrik Mimika Baru berharap adanya koordinasi antara pemerintah distrik, sektor kesehatan dan pendidikan dapat memperkuat upaya penemuan kasus, pengobatan, edukasi serta pencegahan penularan kusta di lingkungan masyarakat, khususnya sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *