EkonomiPemberdayaan MasyarakatUMKM

Dari Mimika ke Pasar Dunia, Samuel Yogi Dorong Kopi Amungme Gold Tembus Pasar Internasional

24
×

Dari Mimika ke Pasar Dunia, Samuel Yogi Dorong Kopi Amungme Gold Tembus Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini
Kopi Amungme Gold yang dikembangkan KPAGC didorong untuk memperluas pemasaran dari Mimika hingga pasar nasional dan mancanegara. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id)

Timika, Sidiknews.id – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mendorong Koperasi Produsen Amungme Gold Coffee (KPAGC) lebih serius mengembangkan komoditas kopi Amungme Gold, mulai dari penguatan kelembagaan, permodalan, produksi hingga perluasan pasar.

Hal itu disampaikan Samuel Yogi saat menghadiri Rapat Anggota Koperasi Produsen Amungme Gold Coffee (KPAGC) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Cafe Rumah Kopi Amungme Gold, Kamis (24/9/2026).

Samuel mengatakan, rapat anggota merupakan bagian penting dalam perjalanan koperasi karena menjadi ruang untuk mengevaluasi kegiatan usaha sekaligus menyusun program pengembangan koperasi ke depan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi, termasuk mendorong kopi Amungme Gold agar dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah.

“Tidak ada kata alasan. Kita harus membuat program dan harus dijalankan. Tahun ini tidak apa-apa, tetapi ke depan harus diseriuskan,” tegas Samuel.

Minta Dukungan Modal Diperkuat

Samuel juga menyoroti pentingnya dukungan permodalan untuk memperkuat usaha KPAGC. Menurutnya, pengembangan koperasi tidak cukup hanya dengan kegiatan produksi dan penjualan, tetapi harus didukung fasilitas serta modal yang memadai.

Ia berharap mitra pembangunan, termasuk PT Freeport Indonesia, dapat memberikan dukungan yang lebih kuat terhadap pengembangan usaha kopi Amungme Gold.

“PT Freeport dan pemerintah sama-sama membantu pembangunan gedung rumah produksi dan juga dana operasional bagi koperasi,” ujarnya.

Menurut Samuel, dukungan tersebut harus diarahkan pada kebutuhan nyata koperasi, seperti pembangunan rumah produksi, pengadaan fasilitas, modal usaha hingga operasional sehingga KPAGC mampu meningkatkan kapasitas produksinya.

Kopi Amungme Gold Harus Tembus Pasar Luar Daerah

Samuel juga menceritakan pengalamannya ketika membawa kopi Amungme Gold ke Bali. Kopi yang dibawanya dalam beberapa karton, kata dia, mendapat respons pasar yang baik hingga habis terjual.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa kopi Amungme Gold memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.

Karena itu, Samuel mempertanyakan mengapa produk kopi tersebut belum didorong secara serius untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk peluang pasar internasional.

“Kita harus paham, kopi Amungme Gold ini kenapa tidak bisa kita buka di luar Indonesia sebagai produk di luar negeri,” katanya.

Ia berharap pemerintah, koperasi dan PT Freeport Indonesia dapat membangun kerja sama untuk membuka akses pasar sekaligus membantu distribusi kopi Amungme Gold ke berbagai daerah.

“Yang mereka minta hanya pengiriman kopi ini saja. Pengiriman ini mungkin bisa melalui dukungan yang ada,” ujarnya.

Minta Produksi Petani Dikelola Satu Pintu

Samuel juga mendorong agar produksi kopi dari berbagai kelompok petani dapat dihimpun dan dikelola melalui KPAGC.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pemasaran kopi lebih terarah dan koperasi dapat menjadi pusat pengembangan usaha kopi masyarakat.

“Semua kopi yang ada di belakang ini harus satu pintu. Teman-teman dari kelompok lain yang mau mengambil atau membeli kopi, silakan melalui Amungme Gold,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh kelompok petani perlu dilibatkan sehingga keberadaan KPAGC tidak hanya menjadi rumah kopi, tetapi juga menjadi wadah ekonomi bagi petani dan masyarakat.

“Supaya ke depan kita sama-sama berkomitmen. Semua penjualan kopi diarahkan melalui koperasi,” ujarnya.

Samuel berharap pengurus KPAGC terus membangun komunikasi dengan pemerintah maupun mitra usaha untuk mencari solusi atas berbagai kebutuhan koperasi.

“Bahasa saya ini tolong diteruskan kepada Pak Tony. Saya akan menunggu juga, karena persoalan ini sudah lama tersimpan dalam hati saya,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan kopi harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama para petani yang berada dalam rantai produksi.

Karena itu, Samuel meminta KPAGC mulai menyiapkan program secara lebih terarah, mulai dari penguatan modal, peningkatan produksi, pembangunan rumah produksi hingga perluasan jaringan pemasaran.

Ia berharap kopi Amungme Gold tidak hanya dikenal di Kabupaten Mimika, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar nasional dan membuka peluang pasar internasional.

“Kalau kita mau membantu masyarakat Amungme dan Kamoro, berarti kita harus serius,” tegas Samuel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *