KetenagakerjaanOtsus dan Masyarakat AdatPemberdayaan Masyarakat

Rafael Taorekeyau Dorong Pemkab Mimika Perkuat BLK dan Sertifikasi Keterampilan untuk Buka Peluang Kerja

53
×

Rafael Taorekeyau Dorong Pemkab Mimika Perkuat BLK dan Sertifikasi Keterampilan untuk Buka Peluang Kerja

Sebarkan artikel ini
Rafael Taorekeyau yang mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat Balai Latihan Kerja (BLK) dan sertifikasi keterampilan guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal serta membuka peluang kerja bagi masyarakat. Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id

Timika, Sidiknews.id – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika, Rafael Taorekeyau, mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat penyediaan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal dan memperluas peluang mendapatkan pekerjaan.

Menurut Rafael, keberadaan BLK penting untuk membekali pencari kerja dengan keahlian yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Selain pelatihan, sertifikasi keterampilan juga dibutuhkan agar kemampuan tenaga kerja dapat dibuktikan dan menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan.

Hal itu disampaikan Rafael saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Diana, Timika, Rabu (21/10/2026), dalam kegiatan workshop bertema “Eksistensi Alumni untuk Masa Depan Ketenagakerjaan di Tanah Amungsa Bumi Kamoro”.

“Saya kira pemerintah wajib menyediakan balai latihan kerja. Zaman sekarang sertifikasi sangat penting untuk memasuki lapangan pekerjaan. Di perusahaan maupun di tempat lain, perlu ada keahlian khusus yang tersertifikasi,” ujarnya.

Ia menilai, fasilitas pelatihan kerja dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan. Karena itu, pemerintah perlu terus mendorong pengembangan BLK agar semakin banyak tenaga kerja lokal memperoleh akses pelatihan dan sertifikasi.

Rafael juga menyoroti pentingnya pemberdayaan dalam pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan formal belum tentu dapat berkontribusi secara maksimal apabila belum memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya.

“Manusia belum bisa disebut sumber daya manusia ketika dia tidak diberdayakan. Sumber daya manusia itu orang yang sudah diberdayakan,” katanya.

Ia menjelaskan, lulusan pendidikan tinggi sekalipun membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menerapkan ilmu yang diperoleh. Oleh sebab itu, pendidikan perlu diikuti dengan akses pelatihan, kesempatan kerja, dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Terkait pelatihan kerja yang telah dilaksanakan, Rafael menilai kegiatan tersebut perlu terus didorong, dengan tetap memperhatikan kualitas pelaksanaan dan kesesuaian materi dengan kebutuhan tenaga kerja.

Ia berharap penguatan BLK dan program sertifikasi dapat berjalan seiring dengan upaya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat asli Papua, khususnya orang Amungme dan Kamoro di Kabupaten Mimika.

Menurutnya, peningkatan keterampilan dan pemberdayaan tenaga kerja perlu menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkontribusi dalam dunia usaha maupun sektor lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *