KetenagakerjaanOrmasPendidikan

KNPI Mimika Dorong Alumni Penerima Beasiswa YPMAK Aktif Berorganisasi, Perkuat Kesiapan Hadapi Dunia Kerja

69
×

KNPI Mimika Dorong Alumni Penerima Beasiswa YPMAK Aktif Berorganisasi, Perkuat Kesiapan Hadapi Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
KNPI Mimika mendorong alumni penerima beasiswa YPMAK aktif berorganisasi untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, memperluas pengalaman, serta memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika, Rafael Taorekeyau, mendorong alumni penerima beasiswa YPMAK yang tergabung dalam PAPEDA agar lebih aktif berorganisasi. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi menjadi salah satu cara membangun kapasitas, karakter, dan kemampuan bekerja secara kolektif untuk menghadapi tantangan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Rafael saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Diana, Timika, Rabu (21/10/2026), menanggapi pelaksanaan workshop bertema “Eksistensi Alumni untuk Masa Depan Ketenagakerjaan di Tanah Amungsa Bumi Kamoro”.

Rafael menilai, organisasi alumni seperti PAPEDA memiliki peran penting dalam membangun kekuatan sumber daya manusia lokal. Terlebih, alumni penerima beasiswa memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah apabila terlibat aktif dan bekerja secara terorganisasi.

“Organisasi seperti PAPEDA ini sangat baik dan mestinya bisa berkembang lebih besar karena jumlah alumninya banyak. Mungkin keterlibatan alumni yang masih minim menjadi salah satu kendala,” ujarnya.

Ia berharap workshop tersebut dapat membangkitkan semangat para alumni untuk bergabung dan berpartisipasi aktif dalam organisasi. Menurutnya, pemuda asli Papua di Mimika perlu memperkuat keterlibatan dalam berbagai organisasi, baik organisasi kepemudaan, KNPI, kelompok Cipayung, maupun organisasi lainnya.

Rafael menjelaskan, tantangan saat ini semakin kompleks karena berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan dunia kerja, berjalan dengan sistem yang terstruktur. Karena itu, persoalan ketenagakerjaan tidak cukup dihadapi secara individual, tetapi membutuhkan kerja sama dan gerakan yang terorganisasi.

“Untuk menghadapi sistem, kita harus dengan sistem. Tidak bisa individual dan tidak akan selesai kalau berjalan sendiri-sendiri. Ego masing-masing perlu dilepaskan supaya kita bisa bekerja bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemuda asli Papua, khususnya alumni yang tergabung dalam PAPEDA, untuk memperluas keterlibatan dan membangun jaringan. Dengan begitu, organisasi dapat menjadi wadah belajar, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat peran alumni dalam memperjuangkan kesempatan kerja bagi masyarakat Amungme dan Kamoro.

Menurut Rafael, organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, melatih kepemimpinan, dan membangun kemampuan mengelola kegiatan secara terencana.

Ia berharap PAPEDA semakin aktif menghimpun alumni dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal yang mampu bersaing dan mengambil bagian dalam pembangunan di Kabupaten Mimika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *