Bencara AlamKesehatanPelayanan Masyarakat

Dinkes Mimika Pantau Dampak Kabut Asap, 81.355 Kasus ISPA Tercatat hingga Oktober 2026

34
×

Dinkes Mimika Pantau Dampak Kabut Asap, 81.355 Kasus ISPA Tercatat hingga Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, terkait pemantauan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Dinkes Mimika mencatat sebanyak 81.355 kasus ISPA secara kumulatif sejak Januari hingga 30 Oktober 2026. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperketat pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat menyusul kabut asap yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika.

Pemantauan dilakukan secara rutin setiap pekan melalui fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), terutama untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan seperti batuk, pilek, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan pernapasan yang lebih serius.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, mengatakan pihaknya telah menyampaikan instruksi kepada seluruh puskesmas agar tetap melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang datang berobat dengan keluhan gangguan pernapasan.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (2/11/2026).

Marselino menjelaskan, meskipun kondisi kabut asap mulai berangsur menghilang, pemantauan kesehatan masyarakat tetap harus dilakukan. Hal ini penting untuk mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

“Kita berharap setelah sedikit demi sedikit kabut asap menghilang, jangan sampai ada masyarakat yang terkena batuk dan pilek, kemudian berkembang menjadi bronkitis, masuk ke paru-paru hingga mengalami sesak napas. Itu yang kita harapkan jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap puskesmas telah diminta untuk tetap memberikan pelayanan dan segera melakukan penanganan terhadap masyarakat yang datang dengan keluhan batuk, pilek maupun gejala gangguan pernapasan lainnya.

Berdasarkan data pemantauan Dinas Kesehatan Mimika per 30 Oktober 2026, tercatat sebanyak 368 kasus ISPA dalam satu hari. Dengan demikian, akumulasi kasus ISPA sejak Januari hingga 30 Oktober 2026 mencapai 81.355 kasus.

Dari jumlah kasus harian tersebut, 197 di antaranya laki-laki dan 170 perempuan, sementara satu kasus tercatat pada ibu hamil.

Selain ISPA, terdapat satu kasus iritasi mata dan 14 kasus asma/PPOK dalam laporan harian tersebut.

Marselino menjelaskan, keluhan batuk dan pilek yang ditemukan pada masyarakat tidak seluruhnya berkaitan langsung dengan kabut asap. Sebab, terdapat pula kasus gangguan pernapasan biasa yang tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.

“Memang ada orang dewasa juga, tetapi tidak semuanya akibat pengaruh kabut asap. Ada juga batuk dan pilek biasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, laporan perkembangan kasus dari masing-masing puskesmas akan terus dihimpun setiap minggu dan disampaikan kepada Bupati Mimika sebagai bahan pemantauan serta evaluasi pemerintah daerah.

“Setiap minggu kita monitor terus. Saya juga sudah sampaikan kepada masing-masing puskesmas supaya tetap mengawasi masyarakat yang datang berobat. Laporannya setiap minggu kita sampaikan kepada Bupati,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Hingga 30 Oktober 2026, akumulasi kasus ISPA mencapai 81.355 kasus, dengan 368 kasus tercatat dalam laporan harian. Pemantauan dilakukan setiap minggu melalui puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *