EkonomiPemberdayaan MasyarakatPermodalan

Dorong Ekonomi Masyarakat Gunung, Pemkab Mimika Minta Freeport Perkuat Dukungan Koperasi

46
×

Dorong Ekonomi Masyarakat Gunung, Pemkab Mimika Minta Freeport Perkuat Dukungan Koperasi

Sebarkan artikel ini
Pemkab Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM mendorong pengembangan koperasi di wilayah pegunungan dan pesisir serta meminta PT Freeport Indonesia memperkuat dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, termasuk melalui akses transportasi dan pemasaran produk koperasi. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mendesak PT Freeport Indonesia (PTFI) agar lebih proaktif mendukung pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan maupun pesisir Mimika.

Hal tersebut disampaikan Samuel Yogi saat diwawancarai awak media di kantornya, Rabu (28/10/2026). Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen mendukung pengembangan koperasi, termasuk melalui penguatan layanan subsidi tol udara untuk membantu mobilisasi barang dan pemasaran produk dari wilayah pegunungan.

“Pemerintah daerah serius. Salah satunya melalui tol udara, bagaimana mengembangkan koperasi dan UMKM di wilayah pegunungan. Intinya, pemerintah siap mendukung koperasi yang ada di wilayah-wilayah pegunungan,” ujarnya.

Samuel menjelaskan, pihaknya siap berkoordinasi dengan dinas terkait yang menangani subsidi tol udara, termasuk Dinas Perhubungan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, agar dukungan terhadap koperasi dapat berjalan secara terintegrasi.

Ia juga meminta PT Freeport Indonesia bersama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memperjelas dan mengoptimalkan peran masing-masing dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan dan pesisir.

Menurut Samuel, komitmen kerja sama antara Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia perlu diwujudkan melalui program pemberdayaan yang transparan, terbuka, dan berkelanjutan.

“Kami sudah memiliki komitmen melalui MoU bersama PT Freeport Indonesia. Kami berharap perusahaan terbuka untuk mendukung pengembangan UMKM maupun koperasi di wilayah pegunungan, begitu juga di wilayah pesisir,” katanya.

Ia menilai, dukungan terhadap koperasi di wilayah terdampak aktivitas pertambangan harus menjadi perhatian bersama, terutama untuk membuka peluang usaha dan memperluas akses pasar bagi masyarakat lokal.

Samuel mengaku prihatin apabila potensi ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan belum berkembang secara maksimal, padahal terdapat peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui koperasi.

Karena itu, ia mendorong PT Freeport Indonesia agar kembali memperhatikan dukungan transportasi udara, termasuk kemungkinan penyediaan helikopter untuk membantu distribusi barang dan pemasaran produk koperasi dari wilayah yang sulit dijangkau.

Menurutnya, akses transportasi menjadi salah satu tantangan utama bagi koperasi di wilayah seperti Tembagapura dan Jila untuk memasarkan hasil usaha ke Timika.

“Saya tidak mau mendengar lagi ke depan helikopter tidak bisa disiapkan. Dulu bisa, kenapa sekarang tidak bisa? Apa alasannya? Kami berharap PT Freeport lebih proaktif mendukung pengembangan koperasi yang ada di Tembagapura, Jila, dan wilayah pegunungan lainnya,” tegasnya.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil.

Asosiasi Dorong Koperasi Lokal dan Peluang Kerja

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Koperasi Wilayah Pegunungan, Daniel Janampa, menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM yang telah membuka ruang dialog bersama para pengurus koperasi.

Daniel menjelaskan, asosiasi tersebut mewadahi koperasi lokal di wilayah pegunungan, mulai dari Jigimugi hingga sejumlah wilayah lainnya. Keberadaan koperasi diharapkan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kecil.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, PT Freeport Indonesia, lembaga pendidikan, dan instansi terkait, untuk memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan koperasi lokal.

Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah usaha, tetapi juga berpotensi membuka kesempatan ekonomi bagi generasi muda di wilayah pegunungan.

Daniel menilai, terbatasnya kesempatan kerja dan belum optimalnya pemberdayaan pemuda menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Oleh sebab itu, pengembangan koperasi diharapkan dapat memperluas peluang usaha dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memohon kepada seluruh elemen, terutama PT Freeport Indonesia dan pemerintah daerah, mari datang mendukung kami agar koperasi-koperasi ini bisa berkembang dan masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk maju,” ujarnya.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 50 koperasi di wilayah pegunungan yang diharapkan dapat memperoleh pembinaan dan dukungan secara berkelanjutan.

Daniel juga menyampaikan dukungan terhadap visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Mimika, khususnya pembangunan yang dimulai dari kampung hingga ke kota, sehingga masyarakat di wilayah pegunungan dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih merata.

Pengurus Siap Menjaga Kepercayaan

Pada kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Subsidi Sejahtera Namole, Esau Dolame, menegaskan komitmen para pengurus koperasi untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika.

Ia berharap pembinaan dari pemerintah daerah terus berlanjut agar koperasi yang telah mendapatkan dukungan dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Esau juga mengajak seluruh ketua koperasi dan pengurus asosiasi untuk memperkuat kebersamaan serta bertanggung jawab dalam menjalankan usaha.

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga pada keseriusan pengurus dalam mengelola koperasi secara baik dan berkelanjutan.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, asosiasi koperasi, lembaga pemberdayaan masyarakat, dan PT Freeport Indonesia, diharapkan koperasi di wilayah pegunungan dan pesisir Mimika semakin mandiri, memiliki akses pemasaran yang lebih luas, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *