DaerahEkonomi

Inflasi Mimika Terkendali di Angka 2,88 Persen, Tiket Pesawat dan Emas Jadi Pemicu Utama

81
×

Inflasi Mimika Terkendali di Angka 2,88 Persen, Tiket Pesawat dan Emas Jadi Pemicu Utama

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Mimika, Dian Sudarmanto saat diwawancarai awak media usai Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika (Foto: Ani/ Sidiknews.id).

TIMIKA, SidikNews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat tingkat inflasi Kabupaten Mimika pada Mei 2026 berada di angka 2,88 persen. Angka tersebut dinilai masih dalam kategori terkendali dan menunjukkan kondisi harga kebutuhan masyarakat yang relatif stabil.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto, saat diwawancarai awak media usai Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (29/6/2026).

Iklan ini dibuat oleh admin sidiknews.id

Dian menjelaskan, angka inflasi tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan sepanjang bulan Mei dan telah dirilis BPS setelah seluruh proses pengumpulan data selesai dilakukan.

“Untuk inflasi, terakhir kami rilis bulan Mei kemarin. Angka inflasi Kabupaten Mimika sekitar 2,88 persen. Ini capaian yang cukup baik karena perubahan harga tidak mengalami peningkatan yang terlalu tinggi,” ujarnya.

Menurut Dian, komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi saat ini berasal dari sektor angkutan udara dan harga emas. Kedua komponen tersebut berada di luar jangkauan intervensi pemerintah daerah karena ditentukan oleh kebijakan dan mekanisme pasar secara nasional.

“Yang mempengaruhi inflasi saat ini adalah angkutan udara dan harga emas. Untuk angkutan udara tidak bisa diintervensi oleh pemerintah daerah karena kebijakannya dari pusat,” katanya.

Sementara itu, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih, masih berada dalam kondisi yang relatif stabil.

Dian mengatakan, dalam penghitungan inflasi BPS memantau sekitar 300 komoditas yang terdiri dari kelompok makanan dan nonmakanan. Beberapa komoditas pangan seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih biasanya memiliki tingkat fluktuasi yang cukup tinggi karena pasokannya masih bergantung dari luar daerah.

“Karena kita belum memiliki produksi lokal yang mencukupi, maka masih bergantung pada pasokan dari luar. Ketika pengiriman terganggu, harga bisa naik dan berpengaruh terhadap inflasi,” jelasnya.

Namun hingga saat ini, pasokan bawang merah dan bawang putih ke Kabupaten Mimika masih berjalan lancar sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan di pasaran.

Selain itu, BPS juga mencatat adanya komoditas yang memberikan kontribusi terhadap deflasi atau penurunan harga di Kabupaten Mimika, yakni tomat.

“Penyumbang deflasi saat ini adalah tomat. Stok tomat yang masuk dari Ambon, khususnya dari Kabupaten Bula, sedang melimpah karena daerah tersebut sedang memasuki masa panen,” ungkap Dian.

Ia berharap stabilitas pasokan barang kebutuhan pokok tetap terjaga sehingga kondisi inflasi di Kabupaten Mimika dapat terus terkendali dan tidak memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *