KesehatanKetahanan PanganPendidikan

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jayapura Meluas, Korban Capai 527 Orang, Dapur MBG Disuspend

6
×

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jayapura Meluas, Korban Capai 527 Orang, Dapur MBG Disuspend

Sebarkan artikel ini
Dugaan Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jayapura, jumlah korban dilaporkan mencapai 527 orang. Dapur penyedia MBG untuk sementara disuspend sambil menunggu hasil penyelidikan dan evaluasi pihak berwenang (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

JAYAPURA, Sidiknews.id – Kasus dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, terus bertambah, Jumat (7/8/2026), jumlah korban mencapai 527 orang, terdiri dari balita, siswa PAUD, SD, SMP hingga orang dewasa.

Program MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang dikelola Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Menyikapi insiden ini, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama aparat kepolisian langsung mengambil langkah penanganan.

Iklan ini dibuat oleh admin sidiknews.id

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Berii Wopari, mengatakan korban yang diduga mengalami keracunan tercatat selama periode 4–6 Agustus 2026.

“Jumlah pasien yang diduga keracunan mencapai 527 orang. Mereka terdiri dari balita, siswa PAUD, SD, SMP, dan sejumlah orang tua,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Berii menjelaskan, sebagian besar pasien kini mulai menunjukkan perkembangan yang baik. Namun, mereka masih menjalani observasi di fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi benar-benar pulih sebelum diizinkan pulang.

Ia juga mengungkapkan, sejak Rabu malam tidak ada lagi penambahan pasien baru yang datang ke puskesmas maupun rumah sakit. Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh pasien.

“Kami mengimbau pasien tetap mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis dan memperbanyak minum air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang,” katanya.

BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG

Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional dapur MBG yang dikelola Yayasan Kasih Iman Samuel Papua.

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, mengatakan keputusan tersebut diambil sesuai prosedur operasional standar (SOP) setelah ditemukan dugaan keracunan dalam jumlah besar.

“Sesuai SOP kami, apabila ada siswa yang mengalami keracunan maka operasional dapur langsung kami suspend, terlebih jumlah korbannya cukup besar seperti ini,” ujar Trenggono usai meninjau lokasi.

Hasil evaluasi awal BGN menemukan sejumlah kekurangan pada dapur MBG tersebut, mulai dari aspek kebersihan hingga fasilitas pendukung yang dinilai belum memenuhi standar operasional.

Sementara itu, pihak kepolisian juga telah turun tangan untuk menyelidiki penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta meminta keterangan dari pihak pengelola dapur dan sejumlah saksi.

Pemerintah memastikan penanganan medis terhadap seluruh korban tetap menjadi prioritas, sembari menunggu hasil investigasi laboratorium guna memastikan penyebab insiden tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *