KesehatanKetahanan Pangan

Cegah Tragedi 527 Korban Depapre, Hj. Rampeani Rachman Minta Pengelola MBG Mimika Ekstra Hati-Hati

39
×

Cegah Tragedi 527 Korban Depapre, Hj. Rampeani Rachman Minta Pengelola MBG Mimika Ekstra Hati-Hati

Sebarkan artikel ini
Hj. Rampeani Rachman Minta Pengelola MBG Mimika Ekstra Hati-Hati Cegah Keracunan (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Depapre, Kabupaten Jayapura, menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat jumlah korban secara akumulatif mencapai 527 orang sejak 4 hingga 6 Agustus 2026.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Partai Perindo, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd. Ia meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika meningkatkan kewaspadaan dalam mengolah hingga mendistribusikan makanan kepada anak-anak sekolah.

Rampeani menegaskan, kasus di Depapre harus menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak sampai terjadi di Kabupaten Mimika, khususnya dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

«“Kita tidak boleh lengah. Kejadian di Depapre yang menyebabkan ratusan anak mengalami keracunan harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya pengelola SPPG di Mimika,” ujar Rampeani kepada jurnalis PapuaNet.com, Kamis (6/8/2026).»

Anggota Komisi III DPRK Mimika itu meminta pengawasan terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan diperketat mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah.

Menurutnya, seluruh tahapan tersebut harus dilakukan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan. Jangan sampai kelalaian dalam satu tahapan justru berdampak pada keselamatan anak-anak yang menjadi penerima manfaat program MBG.

“Saya tegaskan, jangan sampai kejadian serupa terjadi di Mimika. Pengawasan mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi ke sekolah-sekolah harus dipastikan aman dan steril,” tegas politisi Partai Perindo tersebut.

Korban Depapre Capai 527 Orang

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beri Wopari, mengonfirmasi jumlah korban dalam kasus tersebut mencapai 527 orang secara akumulatif sejak 4 sampai 6 Agustus 2026.

Para korban terdiri atas balita, siswa PAUD, SD, SMP hingga sejumlah orang tua.

Mereka mendatangi sejumlah Puskesmas dan rumah sakit dengan berbagai keluhan, di antaranya sakit perut, mual, muntah, diare, demam hingga kondisi tubuh lemas.

“Angka ini merupakan akumulasi pasien rawat jalan dan rawat inap. Seluruhnya mendapatkan penanganan medis secara maksimal di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit,” kata Beri di Sentani, Kamis (6/8/2026).

Beri mengatakan, meskipun jumlah pasien baru mulai mengalami penurunan sejak Rabu malam, tenaga medis masih melakukan observasi secara ketat terhadap para korban.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasien benar-benar stabil sebelum diperbolehkan kembali ke rumah, sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya efek lanjutan akibat dugaan keracunan.

Kasus Depapre ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan program MBG di Mimika agar tidak mengabaikan aspek keamanan, kebersihan dan kualitas pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *