Jayapura, Sidiknews.id – Polda Papua bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua menggelar razia di empat tempat hiburan malam di Kota Jayapura, Sabtu (17/10/2026) malam hingga Minggu (18/10/2026) dini hari. Dari pemeriksaan terhadap 49 pengunjung, dua orang dinyatakan positif mengandung benzodiazepin atau benzo berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
Razia tersebut merupakan bagian dari Operasi Pemberantasan Sarang Narkoba yang bertujuan mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Papua.
Empat tempat hiburan malam yang menjadi sasaran operasi yakni Club De Sultan, Club Blue Angels, Club Cloud Nine, dan Club Scarlet. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan Polda Papua bersama 20 personel BNN Provinsi Papua.
Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol. Alfian, S.I.K., M.Si., mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Menurutnya, lokasi yang menjadi sasaran ditentukan berdasarkan informasi awal mengenai tempat-tempat yang diduga berpotensi menjadi lokasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan di empat lokasi dan mengambil sampel urine dari 49 pengunjung untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terdapat dua pengunjung yang dinyatakan positif mengandung benzodiazepin atau benzo,” kata Alfian.
Ia menjelaskan, kedua pengunjung tersebut mengaku mengonsumsi obat tersebut karena alasan kesehatan. Oleh sebab itu, temuan tersebut masih perlu didalami untuk memastikan kesesuaian penggunaan obat dengan indikasi dan ketentuan medis.
Alfian menegaskan, seluruh rangkaian pemeriksaan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan humanis dengan tetap memperhatikan prosedur hukum, kewenangan petugas, serta hak dan privasi masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan tindakan nyata dan sinergi berkelanjutan antara kepolisian, BNN, serta dukungan masyarakat.
Menurut Cahyo, operasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga menjadi langkah deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polda Papua berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Kegiatan ini bukan semata-mata penindakan, tetapi juga langkah deteksi dini untuk mencegah narkoba merusak generasi muda dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengunjung tempat hiburan malam, agar tidak menyalahgunakan narkotika maupun obat-obatan yang penggunaannya harus berdasarkan indikasi dan ketentuan medis.
Cahyo mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif membantu aparat dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Polda Papua bersama BNN Provinsi Papua memastikan upaya pencegahan dan penindakan akan terus ditingkatkan guna menekan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.







