DaerahEkonomiPemerintahan Daerah

Produksi Baru 30 Ton, Mimika Masih Bergantung pada Pasokan Ayam dari Luar

103
×

Produksi Baru 30 Ton, Mimika Masih Bergantung pada Pasokan Ayam dari Luar

Sebarkan artikel ini
Kebutuhan Ayam Tinggi, Mimika Masih Bergantung pada Pasokan Luar Daerah (Foto: Ani/ Sidiknews.id).

TIMIKA, SidikNews.id – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan pemerintah daerah tidak menghentikan kerja sama dengan peternak ayam lokal meski sempat menahan sementara pesanan atau purchase order (PO) akibat kendala dalam sistem penanganan dan distribusi hasil produksi.

Hal itu disampaikan Johannes Rettob kepada awak media di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (6/7/2026).

Iklan ini dibuat oleh admin sidiknews.id

Menurutnya, penahanan sementara PO dilakukan untuk membenahi sistem penanganan produk agar distribusi ayam lokal dapat berjalan lebih efektif dan tidak mengalami keterlambatan seperti yang terjadi sebelumnya.

“Bukan dihentikan. Kemarin ada sedikit persoalan internal sehingga penanganan ayam yang dikirim mengalami kendala. Karena itu sementara PO ditahan untuk perbaikan sistem, tetapi bukan berarti dicabut,” kata Johannes.

Ia menjelaskan, pembenahan dilakukan mulai dari proses pemotongan, pengemasan hingga distribusi agar produk yang dihasilkan peternak lokal dapat sampai ke konsumen dengan kualitas yang lebih baik.

Di sisi lain, Johannes mengungkapkan bahwa pemerintah telah menjalin kesepakatan dengan pihak pembeli untuk menyerap produksi ayam lokal hingga 100 ton. Namun kapasitas produksi peternak di Mimika saat ini masih jauh di bawah kebutuhan tersebut.

“Kita sudah membuat kesepakatan bahwa produksi ayam lokal bisa diserap sampai 100 ton. Tetapi kenyataannya peternak kita baru mampu menyediakan sekitar 30 ton lebih sedikit. Karena itu kebutuhan sisanya masih harus didatangkan dari luar daerah,” ujarnya.

Bupati mengakui pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi peternak lokal agar ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat dikurangi secara bertahap.

Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi peternak saat ini adalah ketersediaan pakan ternak yang masih bergantung dari luar daerah.

Karena itu, Pemkab Mimika telah menyiapkan rencana pembangunan pabrik pakan ternak sebagai solusi jangka panjang untuk mendukung peningkatan produksi ayam lokal.

“Masalah utama kita ada pada pakan ternak. Tahun ini kami merencanakan pembangunan pabrik pakan ternak. Kalau itu sudah berjalan, maka produksi peternak lokal akan meningkat dan kebutuhan daerah bisa dipenuhi dari Mimika sendiri,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Johannes juga menyinggung kunjungan kerja yang dilakukan ke Kota Solo, Jawa Tengah, bersama sejumlah instansi terkait.

Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola dan operasional perusahaan daerah yang dinilai berhasil dikembangkan oleh Pemerintah Kota Solo.

“Kami belajar dari Solo terkait pengelolaan perusahaan daerah. Banyak hal yang bisa menjadi referensi bagi Mimika, terutama dalam menyiapkan sistem dan operasional yang baik ke depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *