DaerahPemerintahan Daerah

Realisasi Keuangan Baru 22,37 Persen, Bupati Johannes Rettob Targetkan Seluruh Tender Rampung Agustus

37
×

Realisasi Keuangan Baru 22,37 Persen, Bupati Johannes Rettob Targetkan Seluruh Tender Rampung Agustus

Sebarkan artikel ini
Suasana ruang rapat di kantor pusat pemerintahan Kabupaten mimika (Foto: Istimewa).

TIMIKA, Sidiknews.id – Pemerintah Kabupaten Mimika terus melakukan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik melalui rapat mingguan yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, usai memimpin rapat evaluasi kinerja pemerintah daerah yang berlangsung di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Rabu (08/07/2026).

Iklan ini dibuat oleh admin sidiknews.id

Menurut Johannes, rapat yang dilaksanakan setiap pekan itu menjadi wadah untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang dihadapi OPD, sekaligus memastikan setiap masalah mendapat tindak lanjut dan solusi yang jelas.

“Kita rapat rutin setiap minggu dalam rangka evaluasi kinerja pemerintah daerah. Semua pimpinan OPD menyampaikan laporan singkat mingguan, kemudian kita identifikasi persoalan yang ada, cari solusinya, dan minggu berikutnya kita cek kembali tindak lanjutnya,” kata Johannes.

Selain mengevaluasi kinerja perangkat daerah, rapat tersebut juga membahas realisasi keuangan daerah dan progres pembangunan fisik yang sedang berjalan.

Dari hasil evaluasi, diketahui realisasi keuangan Kabupaten Mimika hingga awal Juli 2026 baru mencapai 22,37 persen.

Johannes menjelaskan, capaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya proses penyesuaian harga satuan pekerjaan sesuai surat edaran pemerintah pusat yang harus diterapkan oleh seluruh daerah.

Penyesuaian tersebut berdampak pada percepatan pelaksanaan kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan belanja modal dan proses tender proyek pembangunan.

“Ada beberapa penyesuaian harga satuan yang harus dilakukan sesuai regulasi. Itu yang menyebabkan proses administrasi dan pengajuan kegiatan sedikit terlambat. Tetapi kegiatan rutin dan belanja jasa tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Meski demikian, Johannes memastikan seluruh proses tender dan administrasi pembangunan ditargetkan selesai paling lambat pada Agustus 2026.

“Target kita seluruh proses tender bisa selesai pada Agustus sehingga pekerjaan fisik dapat berjalan maksimal pada semester kedua tahun ini,” tegasnya.

Pembangunan Tidak Hanya Fisik

Dalam kesempatan itu, Johannes juga menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang menilai pembangunan di Kabupaten Mimika belum terlihat.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik yang tampak di wilayah perkotaan, tetapi juga berbagai program yang sedang berjalan di kampung-kampung dan wilayah pedalaman.

“Orang melihat pembangunan hanya dari fisik yang ada di kota. Padahal banyak pekerjaan yang sudah berjalan di kampung-kampung, seperti program padat karya, pembangunan sarana air bersih, dan berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan hasil evaluasi menunjukkan sejumlah program pembangunan di wilayah pedalaman telah berjalan cukup baik dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Bahas Stunting, Kemiskinan dan BBM

Rapat evaluasi tersebut juga membahas sejumlah isu strategis daerah, mulai dari percepatan penurunan stunting, pengendalian angka kemiskinan, ketahanan pangan hingga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Johannes mengaku telah menerima laporan dari OPD terkait dan meminta seluruh program dilaksanakan berdasarkan data yang valid agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Kita sudah mendapatkan data dan informasi yang jelas dari dinas-dinas terkait. Yang dibahas bukan lagi asumsi, tetapi angka dan data sehingga solusi yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Perkuat Peran Puskesmas

Sektor kesehatan juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Johannes mengungkapkan tingginya jumlah pasien di rumah sakit disebabkan banyak masyarakat yang langsung berobat ke rumah sakit tanpa melalui puskesmas.

Akibatnya, terjadi penumpukan pasien yang sebenarnya masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Mimika berencana memperkuat fasilitas dan pelayanan di sejumlah puskesmas yang berada di Kota Timika.

“Kita akan melengkapi beberapa puskesmas agar pelayanan kesehatan lebih maksimal. Dengan begitu masyarakat tidak harus langsung ke rumah sakit dan beban pelayanan di rumah sakit bisa berkurang,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga membahas penerapan sistem manajemen talenta ASN, penyusunan profil pegawai, serta pengembangan sumber daya manusia melalui program beasiswa.

Johannes mengapresiasi seluruh pimpinan OPD yang mengikuti rapat hingga selesai dan berharap semangat kolaborasi tersebut terus terjaga demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan di Kabupaten Mimika.

“Puji Tuhan, semua OPD memiliki semangat yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan pembangunan berjalan sesuai target,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *