EkonomiPemerintahan Daerah

Realisasi Keuangan Pemkab Mimika Masih 27,31 Persen, Emanuel Kemong Minta OPD Bergerak Cepat

14
×

Realisasi Keuangan Pemkab Mimika Masih 27,31 Persen, Emanuel Kemong Minta OPD Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong Menyampaikan Arahan Percepatan Realisasi Keuangan Pemkab Mimika yang Baru Mencapai 27,31 Persen (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, SidikNews.id – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyoroti masih rendahnya realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Mimika hingga 20 Juli 2026. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera mempercepat penyerapan anggaran dan pelaksanaan program agar target pembangunan dapat tercapai.

Hal itu disampaikan Emanuel saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (27/7/2026).

Iklan ini dibuat oleh admin sidiknews.id

Dalam arahannya, Emanuel mengungkapkan berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), realisasi keuangan daerah hingga 20 Juli 2026 baru mencapai 27,31 persen.

“Sampai hari ini, berdasarkan laporan dari Bappeda dan BPKD, realisasi keuangan kita per 20 Juli baru mencapai 27,31 persen. Angka ini masih sangat rendah,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama dua pekan terakhir pemerintah daerah sengaja tidak menggelar rapat evaluasi rutin dengan harapan seluruh kepala OPD dapat lebih fokus bekerja untuk meningkatkan realisasi anggaran. Namun, peningkatan yang terjadi dinilai belum signifikan.

“Faktanya kenaikannya baru sekitar dua persen lebih. Realisasi fisik juga baru mencapai sekitar 35 persen. Memang ada kenaikan dibanding dua minggu lalu, tetapi masih jauh dari harapan,” katanya.

Selain realisasi keuangan dan fisik, Emanuel juga menyoroti rendahnya realisasi belanja modal yang menurutnya masih berada di kisaran tiga persen. Kondisi serupa juga terjadi pada realisasi anggaran Otonomi Khusus (Otsus) yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor-faktor yang menyebabkan lambatnya penyerapan anggaran di sejumlah perangkat daerah. Karena itu, ia meminta seluruh pimpinan OPD segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah percepatan.

“Saya kurang tahu apa yang menjadi faktor penyebab penyerapannya lambat. Tolong ini menjadi perhatian serius Bapak dan Ibu semua,” tegasnya.

Emanuel mengingatkan bahwa rendahnya realisasi anggaran telah menjadi sorotan masyarakat dan dipastikan akan menjadi salah satu pembahasan dalam rapat evaluasi pemerintah daerah.

“Kita mendapat sorotan yang luar biasa dari masyarakat. Sedikit lagi persoalan ini juga akan dibahas dalam rapat. Saya berharap seluruh OPD benar-benar memperhatikan dan segera mempercepat penyerapan anggaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *