Bencara AlamLingkungan HidupPenyuluhan Masyarakat

Sungai Mulai Mengering, Air Bersih Mimika Kini Hanya Mengalir 2 Jam Sore Hari

32
×

Sungai Mulai Mengering, Air Bersih Mimika Kini Hanya Mengalir 2 Jam Sore Hari

Sebarkan artikel ini
Kondisi sungai yang debit airnya mulai menurun menjadi salah satu dampak kekeringan di Kabupaten Mimika. Pemerintah kini menyesuaikan distribusi air bersih melalui SPAM menjadi dua jam pada sore hari dan mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Pemerintah Kabupaten Mimika menyesuaikan pelayanan air bersih menyusul kondisi debit sejumlah sungai yang mulai menurun akibat kekeringan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air karena kondisi sumber air saat ini semakin mengkhawatirkan.

Hal tersebut disampaikan Rettob saat memberikan arahan dalam apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (31/8/2026).

Rettob mengatakan, menurunnya debit air sungai turut berdampak terhadap pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang selama ini disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah.

Menurutnya, sebelumnya pelayanan air melalui SPAM dilakukan selama dua jam pada pagi hari dan dua jam pada siang hari. Namun, karena sumber air semakin berkurang, pola distribusi tersebut kini harus disesuaikan.

“Sekarang kita hanya lakukan sore hari saja, dua jam. Paginya kita pakai untuk tangkul karena sungai saja kering,” ujar Rettob.

Ia menjelaskan, kondisi sungai yang mulai mengering membuat pemerintah harus mengatur kembali waktu pengambilan dan pendistribusian air agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan.

Rettob meminta seluruh pihak, terutama masyarakat, untuk memperhatikan kondisi tersebut dan menggunakan air secara bijak. Penghematan air dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.

“Bapak Ibu betul-betul perhatikan dan semoga mudah-mudahan semua ini bisa berjalan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap penyesuaian pola pelayanan tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan distribusi air sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi sumber air mengalami penurunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *