DaerahKesehatanKetahanan Pangan

Dinkes Mimika Latih Sanitarian Awasi Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko

75
×

Dinkes Mimika Latih Sanitarian Awasi Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko

Sebarkan artikel ini
Dinkes Mimika Latih Sanitarian Awasi Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko (foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memberikan pelatihan pengawasan keamanan pangan siap saji berbasis risiko bagi tenaga sanitarian.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Timika, Senin (10/8/2026), sebagai salah satu dari tiga agenda pelatihan yang digelar Dinkes Mimika.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga sanitarian dalam melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Pada hari ini juga kita melaksanakan kegiatan yang ketiga, yaitu terkait dengan penanganan atau penatalaksanaan pangan yang berisiko,” kata Godfried.

Menurutnya, tenaga sanitarian perlu dibekali kemampuan untuk mengantisipasi berbagai risiko keamanan pangan, terlebih dengan semakin banyaknya rumah makan, warung, hingga pedagang kaki lima di Mimika.

Mereka, kata Godfried, harus mampu mengawasi proses penyediaan bahan makanan hingga pengolahan dan penyajiannya sebelum dikonsumsi masyarakat.

“Ini mereka tenaga-tenaga sanitarian dilatih supaya bagaimana mereka bisa mengantisipasi. Kita lihat dengan menjamurnya rumah makan, terus warung-warung kaki lima, mereka harus mulai dari bagaimana menyediakan bahan makanan sampai dengan pengolahannya,” ujarnya.

Edukasi Higienitas hingga Pedalaman

Godfried menegaskan, pengawasan keamanan pangan tidak hanya menyasar rumah makan dan warung, tetapi juga perlu disertai edukasi kepada masyarakat di wilayah perkotaan, pesisir hingga pedalaman.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami pentingnya menyediakan makanan dan minuman secara higienis serta mengetahui cara penyajian yang aman.

“Untuk konsumsi keluarga mereka juga harus bisa memberikan pemahaman kepada keluarga-keluarga di wilayah pesisir, pedalaman maupun perkotaan bahwa dalam menyediakan makanan maupun minuman harus yang higienis,” jelasnya.

Selain kebersihan, cara penyajian makanan juga menjadi perhatian agar makanan yang dikonsumsi tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

Godfried mengingatkan adanya potensi penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak semestinya, termasuk pewarna yang bukan diperuntukkan bagi makanan.

“Selain higienis, mereka juga harus tahu cara bagaimana menyajikan makanan sehingga tidak berdampak negatif terhadap kesehatan,” katanya.

Ia berharap melalui pelatihan tersebut, tenaga sanitarian dapat meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha pangan agar keamanan makanan yang beredar di Mimika tetap terjamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *