AdministrasiASNPemerintahan Daerah

Bupati Mimika Tegur P3K: Jangan Kepala Batu, Kerja dengan Baik atau Dievaluasi

26
×

Bupati Mimika Tegur P3K: Jangan Kepala Batu, Kerja dengan Baik atau Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika memberikan arahan tegas kepada para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) agar bekerja disiplin, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan kinerja P3K akan terus dievaluasi (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memberikan perhatian khusus kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Ia meminta seluruh P3K bekerja dengan baik, menjaga sikap dan perilaku serta tidak menganggap status sebagai aparatur pemerintah sebagai alasan untuk bekerja seenaknya.

Hal tersebut disampaikan Rettob saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (24/8/2026).

Rettob meminta P3K untuk mengangkat tangan sebagai bentuk penegasan bahwa mereka menjadi bagian dari aparatur yang harus ikut bertanggung jawab terhadap pelayanan pemerintahan.

“Saya harap kepada pimpinan OPD dan juga bawahannya supaya perhatikan ini. Kalian masih beruntung, karena di sini gaji kalian masih kita bayar,” ujar Rettob.

Menurutnya, kondisi keuangan di sejumlah daerah membuat banyak tenaga P3K harus dirumahkan karena pemerintah daerah tidak mampu membayar gaji. Karena itu, ia meminta P3K di Mimika tidak menyia-nyiakan kesempatan yang masih diberikan pemerintah.

“Di banyak tempat, di daerah sudah banyak yang dirumahkan karena kekurangan uang, tidak bisa bayar. Untuk itu saya pesan kepada kalian, kerja dengan baik,” tegasnya.

Rettob juga meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan evaluasi terhadap kinerja P3K di masing-masing unit kerja.

Ia menyinggung adanya pegawai yang sebelumnya bekerja ketika masih berstatus tenaga honorer, namun setelah diangkat menjadi P3K justru dinilai mengalami perubahan sikap dan kinerja.

“Jangan karena sudah pakai baju cokelat, diberi tas, kemudian tidak ada jalan. Begitukah? Kamu yang sudah dilantik rasakan tidak?” katanya.

Bupati menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh di seluruh unit kerja. Pemerintah akan memberikan waktu selama satu tahun untuk melihat perkembangan kinerja para P3K.

“Kita tunggu satu tahun. Kalau masih seperti itu, kita akan evaluasi apakah kita berhenti atau kita jalan,” tegasnya.

Rettob juga mengingatkan P3K untuk menjaga sikap dan perilaku sebagai aparatur negara. Ia mengaku banyak menerima laporan mengenai adanya P3K yang mulai sulit diarahkan atau menunjukkan sikap “kepala batu”.

“Saya banyak dengar laporan bahwa P3K ini sudah mulai kepala batu. Betulkah? Saya bukan karang-karang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, dibutuhkan kerja sama, koordinasi dan kolaborasi antara seluruh aparatur pemerintahan.

“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Kita harus kerja sama, koordinasi, kolaborasi untuk menuju satu tujuan,” kata Rettob.

Menurutnya, tujuan utama seluruh aparatur pemerintah adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *