DaerahKetenagakerjaanTransportasi

Akses Udara Jila Terputus, Guru dan Tenaga Kesehatan Tertahan di Timika

29
×

Akses Udara Jila Terputus, Guru dan Tenaga Kesehatan Tertahan di Timika

Sebarkan artikel ini
Sejumlah penumpang menunggu di area bandara setelah penerbangan menuju Jila tertunda akibat akses udara terputus. Kondisi tersebut membuat guru dan tenaga kesehatan yang hendak bertugas di wilayah Jila masih tertahan di Timika (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Akses penerbangan menuju Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, hingga kini masih terkendala akibat kondisi cuaca. Situasi tersebut berdampak pada mobilitas masyarakat sekaligus menghambat pelayanan pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut.

Kepala Distrik Jila, Enos Lokobal, mengatakan gangguan akses penerbangan membuat sejumlah guru dan tenaga kesehatan belum dapat kembali ke Jila.

Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (31/8/2026).

Menurut Enos, sebelumnya pemerintah telah melakukan evakuasi terhadap sejumlah tenaga teknis, guru dan pegawai distrik dari Jila akibat situasi yang terjadi sejak 12 Agustus 2026.

Setelah mendapat informasi mengenai kondisi masyarakat di Jila, pemerintah daerah melalui sejumlah instansi juga telah menyalurkan bantuan bahan makanan.

Bantuan tersebut berupa beras, minyak, gula, kopi, telur dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Sebagian bantuan telah diterbangkan dan disalurkan kepada masyarakat, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses pengiriman.

“Beras, minyak, gula, kopi, telur, barangnya di hanggar. Sudah satu ton lebih yang naik, sisanya masih ada sekitar satu sampai dua ton,” jelasnya.

Enos mengatakan kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam pengiriman bantuan maupun mobilisasi masyarakat dan petugas ke Jila.

Sementara itu, masyarakat yang berada di sejumlah kampung di Jila kini telah kembali ke rumah masing-masing setelah sebelumnya berkumpul untuk melakukan pemulihan secara adat.

Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat sebelumnya masih bertahan dengan persediaan makanan yang ada. Setelah bantuan yang tersedia dibagikan, masyarakat kembali ke kampung masing-masing.

“Beras yang sisa sudah dibagi kepada mereka masing-masing. Mereka sudah pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Minta Akses Penerbangan Dibuka

Enos menyebut masyarakat kini meminta agar akses penerbangan ke Jila segera dibuka kembali. Menurutnya, penerbangan sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan.

Permintaan tersebut telah disampaikan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati dan jajaran pemerintah daerah.

“Masyarakat meminta akses penerbangan dibuka kembali supaya bisa setiap hari naik turun. Ini yang mereka hadapi,” ujarnya.

Menurutnya, jika akses penerbangan kembali normal, guru dan tenaga kesehatan yang saat ini masih berada di Timika dapat segera kembali ke Jila.

“Harus dibuka supaya penerbangan bisa naik. Guru-guru bisa naik, sehingga aktivitas pendidikan dan kesehatan bisa berjalan,” tegasnya.

Enos membenarkan bahwa saat ini sejumlah petugas pelayanan dasar masih berada di Timika karena terkendala transportasi.

“Sementara masih di kota. Keterlambatan transportasi tadi,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat solusi sehingga akses udara menuju Jila dapat kembali dibuka dan pelayanan pemerintahan, pendidikan serta kesehatan dapat berjalan normal.

Enos juga menegaskan bahwa masyarakat di Jila pada dasarnya tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun, mereka kini sangat membutuhkan kepastian akses transportasi agar kebutuhan masyarakat dan pelayanan dasar tidak terus terkendala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *