KesehatanPemerintahan DaerahPerlindungan Ibu dan Anak

Puskesmas Mimika Timur Pantau 400 Anak, Kader Posyandu Dapat Dukungan Distrik

5
×

Puskesmas Mimika Timur Pantau 400 Anak, Kader Posyandu Dapat Dukungan Distrik

Sebarkan artikel ini
Petugas kesehatan melakukan pemantauan pertumbuhan anak melalui kegiatan Posyandu, sebagai bagian dari upaya Puskesmas Mimika Timur menangani sekitar 400 anak terkait masalah stunting dan gizi. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id)

Timika, Sidiknews.id – Puskesmas Mimika Timur terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu, termasuk dalam upaya pemantauan dan penanganan masalah stunting serta gizi anak.

Selain dukungan bahan makanan tambahan, Distrik Mimika Timur juga memberikan dukungan kepada para kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Puskesmas Mimika Timur, Onna Bunga, saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Senin (21/9/2026).

Onna mengatakan, dukungan dalam bentuk uang tersebut diberikan kepada kader yang berada di wilayah Distrik Mimika Timur melalui Puskesmas.

“Kalau dalam bentuk uang memang Bapak distrik ada kasih untuk kader, untuk semua kader yang ada di Distrik Mimika Timur melalui Puskesmas. Saya sendiri yang langsung memberikan kepada kader-kader sebagai apresiasi, walaupun jumlahnya kecil,” ujar Onna.

Sekitar 400 Anak Masuk Pemantauan

Dalam penanganan stunting dan masalah gizi, Onna menjelaskan terdapat sekitar 400 anak yang masuk dalam pemantauan Puskesmas Mimika Timur.

Anak-anak tersebut tersebar di satu kelurahan dan lima desa yang menjadi wilayah pelayanan Puskesmas Mimika Timur.

Namun, Onna menegaskan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh anak mengalami kondisi stunting dengan kategori yang sama.

Data tersebut masih perlu dipilah berdasarkan kondisi pertumbuhan dan kategori masalah gizi masing-masing anak.

“Kalau stunting itu menyeluruh. Dari stunting itu baru kita pilah-pilah, ini masuk sekian, ini masuk sekian,” jelasnya.

Menurut Onna, pemantauan masalah gizi mencakup berbagai kondisi, mulai dari gizi kurang, berat badan yang tidak mengalami kenaikan, gizi buruk hingga kondisi berat badan berlebih.

Pemantauan juga dilakukan terhadap ibu hamil yang mengalami masalah gizi maupun kondisi kesehatan lainnya.

Posyandu Dorong Pelayanan Berbasis Siklus Hidup

Puskesmas Mimika Timur terus mendorong pelayanan Posyandu sebagai bagian dari pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup.

Pelayanan tersebut mencakup masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi, balita, ibu hamil hingga lanjut usia (lansia).

Onna mengatakan, dukungan bahan makanan dari distrik turut membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu.

Salah satu wilayah dengan jumlah kunjungan cukup tinggi adalah Muare. Berdasarkan data hingga Agustus 2026, kunjungan Posyandu di wilayah tersebut mencapai sekitar 300 kunjungan setiap bulan.

Sementara itu, jumlah kunjungan yang relatif lebih sedikit berada di wilayah Hiripau dan Wania.

“Dengan adanya pemberian dari distrik sampai bulan ini, kami alokasikan bahan yang mereka berikan dan itu berjalan dengan baik,” katanya.

Onna menambahkan, kolaborasi antara distrik, Puskesmas dan kader Posyandu menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, terutama untuk mendeteksi sejak dini persoalan pertumbuhan dan gizi pada anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *