Timika, Sidiknews.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah di Kabupaten Mimika akan menyesuaikan kebijakan peliburan sekolah menyusul kondisi kualitas udara yang memburuk akibat asap tebal.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan keberlanjutan pelayanan MBG bagi siswa sangat bergantung pada aktivitas belajar mengajar di masing-masing sekolah.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai awak media di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (12/10/2026).
Menurut Emanuel, imbauan Bupati Mimika terkait peliburan sekolah merupakan kebijakan menyeluruh untuk melindungi masyarakat dari dampak kualitas udara yang tidak sehat. Namun, pelaksanaan teknisnya tetap menyesuaikan kondisi setiap sekolah.
“Kalau sekolah itu jalan, ya tetap jalan. Tapi kalau ditutup, ya pasti ini juga akan berhenti sementara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi makanan kepada siswa tidak dapat berjalan seperti biasa apabila kegiatan belajar mengajar dihentikan. Sebab, mekanisme penyaluran MBG bagi siswa berkaitan langsung dengan aktivitas mereka di sekolah.
Karena itu, pihak sekolah perlu berkomunikasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyelenggara program untuk menyesuaikan pelaksanaan dan distribusi makanan.
Emanuel menegaskan, pemerintah akan melihat perkembangan situasi sebelum menentukan langkah lebih lanjut. Apabila kondisi kualitas udara membaik, pelaksanaan kegiatan sekolah dan program MBG dapat kembali menyesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.
Sementara itu, pelaksanaan MBG bagi kelompok penerima manfaat di luar siswa sekolah memiliki mekanisme berbeda dan tidak otomatis dihentikan akibat kebijakan libur sekolah.
Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus mengevaluasi perkembangan situasi agar kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan program pemenuhan gizi.







